Story

Faza dan Si Juki: A New Hope for Indonesian Comic Scene

“Yang banyak belum tentu benar. Beranilah untuk jadi benar walau sendirian.” – SiJuki

Ngomongin soal industri kreatif ga seru rasanya kalau ga ngobrol langsung sama pakarnya. Nah, karena itu tim Ziliun kemarin (10/06) sempet ngadain #ziliunQA di Twitter @ziliun untuk ngebahas soal industri kreatif (khususnya industri komik) bareng komikus lokal yang namanya sekarang lagi melambung, siapa hayo…. *drumroll* @FazaMeonk!

Di samping pekerjaannya sebagai komikus, Faza saat ini tengah sibuk-sibuknya ngurus Intellectual Property (IP) lokal yang tergabung dalam manajemen yang dibentuknya, Pionicon. Pionicon sendiri adalah manajemen kekayaan intelektual berbasis karakter yang membantu pengelolaan karakter seperti Si Juki, Pavlichenko, dan Vusya. Selain itu, tujuannya juga sebagai penghubung antara instansi yang berkaitan (seperti pelaku, penerbit, komunitas, pemerintah dan lainnya) dengan industri kreatif khususnya komik.

Image credit: kumpulpenulispembaca.wordpress.com

Lewat karakter fiktif buatannya, Si Juki, nama Faza jadi obrolan hangat di industri komik terlebih karena karakter Juki yang ikonik banget, Indonesia bangetlah pokoknya! Awalnya Faza bikin Juki ini karena kegelisahannya akan karakter lokal yang dikit banget bisa populer di Indonesia. Akhirnya lahir deh Si Juki sebagai proyek character branding untuk pasar lokal pada tahun 2012.

Baca juga: Mengapresiasi Komik Lokal Lewat Kosasih Award!

Sebagai salah satu pelaku industri kreatif, Faza beneran serius banget sama yang namanya IP dan setiap pelaku industri kreatif harus bisa menanamkan IP di setiap karyanya (tapi bukan cuma pelaku industri doang lho yang harus tau, masyarakat juga harus tahu apa itu IP biar karya mereka dihargai). Buat lo yang belum tahu IP, ini pengertian IP menurut Faza:

“IP itu adalah hak kekayaan intelektual yang berasal dari kegiatan kreatif di mana hasil karyanya diekspresikan ke khalayak umum lalu apapun yang dikaryakan itu bisa dikembangkan ke berbagai medium atau bentuk lainnya (transmedia).”

Nah jadi IP itu kalo ditarik dalam konteks Faza sebagai komikus, berarti dia punya hak kepemilikan, pengembangan karakter, cerita, universe, dan lain-lain beserta turunannya. Contohnya aja dengan IP, Faza bisa ngembangin karakter si Juki lewat comic strip di Facebook-nya, status-status Twitter-nya, cerita di blognya SiJuki.com bahkan stiker Si Juki di Line.

Baca juga: Hal-hal Menarik Seputar Komik Indonesia

Dan buat komikus lokal yang mau ngembangin IP mereka, here’s some tips from Faza:

1) Komikus harus tau siapa sih target pembacanya lalu tetap fokus dalam me-maintain pembacany

2) Karya komik harus sampai ke target pembaca. Komik harus muncul secara konsisten, baik di media cetak atau online

3) Kontennya juga harus cukup unik sehingga pembaca tertarik dan terus mengikuti karya komik si komikus

4) Konten unik + konsisten + tepat sasaran = akan meningkatkan kuantitas pembaca sehingga banyak yang kenal karya kita semakin banyak yang kenal dan suka komik kita, akan semakin mudah nantinya untuk monetizing karya kita dalam bentuk lain

5) Kolaborasi dengan orang yang tepat karena sejatinya komikus cuma ngurusin konten dan kreatif saja.

Kalau komikus lokal udah ngembangin IP mereka, apa bisa industri komik kita bisa semaju Jepang?

“Saya lihat masa depan yang cerah kok untuk komik Indonesia ke depannya,” kata Faza. Solusinya, kita harus sama-sama ngedukung satu sama lain. Kualitas dan kuantitas komikus harus ditingkatkan agar mendukung selera pasar, sebaliknya selera pasar juga harus ngedukung karya komikus lokal.

Mari terus berusaha dan optimis!

Baca juga: Mengenal Pop Culture dan Cara Merayakannya

Header image credit: sijuki.com