Insight

Dunning-Kruger Effect: Seberapa Bodoh Kita Gak Nyadar Akan Kebodohan Kita?

Pernah ga sih kamu ketemu orang dan ngejelasin ke mereka tentang sesuatu hal baru, tapi mereka bener-bener ga ngerti apa yang kita maksud? Sampai akhirnya kita menganggap mereka bodoh. Atau mungkin kita sendiri yang bodoh?

Ya, kebanyakan orang bodoh emang ga tau seberapa bodoh sebenarnya mereka. Banyak para peneliti dengan teori-teorinya menjelaskan bahwa semakin sedikit kita tahu tentang sesuatu, maka semakin kita yakin untuk mengetahui hal itu. 

David Dunning dan Justin Kruger dari Universitas Cornell memperkenalkan suatu penelitian yang dinamakan Dunning-Kruger Effect, yaitu suatu kondisi psikologis, di mana seorang individu gagal untuk menilai tingkat kecerdasan mereka sendiri secara intelektual dengan memadai. Atau dengan kata lainnya, mereka terlalu bodoh untuk mengetahui seberapa bodoh mereka.

Sebuah studi yang berjudul “Unskilled and Unaware of it”, ditulis oleh Dunning dan Kruger tahun 1999 ketika mereka mempelajari sebuah kasus dari seorang kriminal yang bernama McArthur Wheeler. Si Wheeler ini adalah perampok bank yang menyamar dengan nutupin wajahnya menggunakan jus lemon. Alasannya, karena sifat kimia yang ada di dalam jus lemon dapat digunakan untuk membuat Wheeler tidak terlihat oleh kamera CCTV bank. Setelah ditangkap dengan mudah oleh polisi, Wheeler ngeliat rekaman dirinya yang sedang merampok bank, dan hasilnya dia terkejut rencananya sama sekali tidak berhasil. Wajah Wheeler terlihat jelas di kamera CCTV walaupun sudah ditutupi jus lemon.

Baca juga: Selain “Out Of The Box”, Kita Juga Harus Punya Pemikiran Yang “Mindfulness” 

Penelitian lain dari Dunning dan Kruger adalah sebuah jurnal tahun 2003 yang berjudul “Why do People Fail to Recognize Their Own Incompetence?”. Penelitian tersebut ngebahas soal ketidakmampuan seseorang untuk memiliki wawasan tentang keterampilan intelektual dan sosial mereka ketika udah menyentuh kesuksesan.

Alhasil, mereka cenderung menyadari ketidakmampuan mereka dalam ngehasilin respon yang baik bagi orang-orang di sekitarnya.

Contoh lain dari Dunning-Kruger Effect adalah ketika Warren Wald, seorang peserta yang mengikuti sebuah ajang pertunjukkan bakat, mendadak menjadi selebriti ketika dia mengikuti audisi Pop Idol tahun 2003 dengan membawakan lagu Eye of The Tiger tahun 1980an.

Dia menyanyi lagu itu dengan sangat buruk dan anehnya publik malah memujanya. Warren yang hidupnya biasa saja tiba-tiba masuk ke tabloid, diwawancara ke berbagai televisi dan radio, sampai video klip dia bernyanyi menjadi viral di YouTube. Warren ga tau persis seberapa buruk ia bernyanyi sampai ketenarannya terungkap. Ketika banyak tawaran masuk, Warren menyadari bahwa dia dipuja publik karena keberanian dan tekadnya, bukan karena kemampuan bernyanyinya. Hal ini membuat karir Warren sebagai penyanyi tertahan dan di sini Dunning-Kruger Effect semakin diperkuat oleh publik.

Di samping itu, individu yang memiliki kinerja tinggi juga dapat melebih-lebihkan kemampuan mereka dan faktanya banyak dari kita yang sering kali melakukan hal ini. Tapi tenang, ada cara untuk keluar dari kebiasaan suka melebihkan kemampuan itu, yaitu kita harus berani bertanya kepada orang-orang yang kita percaya dan meminta mereka menilai kemampuan kita.

Baca juga: Malu Bertanya Sesat di Pikiran: Pahami Cara Bertanya Yang Benar!

Tapi ingat, baik atau buruknya jawaban mereka, kita harus tetap menerima. Jadi, misalnya kamu merasa memiliki bakat bernyanyi, coba tunjukkin bakat itu pada orang-orang yang kamu percaya, sebelum tampil di TV untuk dilihat oleh publik.

Mungkin satu hal bisa menjadi mudah untuk dipahami, apabila hal tersebut sudah sedikit kita ketahui dan dijelaskan secara sederhana. Tapi, kita juga mungkin bisa menjadi salah satu individu dari Dunning-Kruger Effect yang bodoh tapi tidak menyadari kebodohannya.

Jadi, apakah kamu telah menyadari bahwa kamu bodoh atau mungkin tidak sadar kamu bodoh?

 

Referensi: Infographic Show