Featured

Cerita Anya Geraldine dan Yosi Menjaga Privasi di Tengah Ketenaran

Sekarang emang udah gampang banget mengetahui informasi seseorang lewat media sosialnya. Bahka kita bisa tau seseorang ada di mana, dengan siapa, dan berbuat apa haha.

Tapi kalau yang tau temen-temen sekitar aja sih, kelihatannya enggak masalah ya. Coba bayangin kalau banyak stranger tau segala hal tentang kita dari gimana? Apalagi kalau informasi yang kita bagi di media sosial malah digunakan dengan tidak semestinya, seperti penipuan. Ditambah, tiba-tiba ada orang asing ngenalin diri kita dari socmed terus ganggu privasi kita!

Hal-hal itu ternyata biasa terjadi sama selebgram. Menurut Anya Geraldine, saat ini kita semua harus memperhatikan konten yang kita post di Instagram. “Di media sosial harus hati-hati saat nge-post. Pilih-pilih mana yang privat dan yang nyaman dishare,” ujarnya di acara Senyawa Plus, 3 November 2019 di M Bloc Space.

Anya bercerita, tiga tahun yang lalu ia belum menyadari tentang pentingnya memilah konten yang ia bagikan di laman Instagramnya. Hal itu karena, menurut Anya, ia hanya berpikir bahwa hanya teman-temannya lah yang akan mengetahui kontennya. Sekarang, Anya lebih pemilih dalam membuat konten dan tidak ingin membagikan konten yang bersifat personal seperti foto keluarga. Untuk konten yang lebih personal, Anya memilih memcuat second account yang hanya berisi orang-orang terdekatnnya.

Sama halnya dengan Anya, Yosi Mokalulu juga sangat selektif dalam menentukan konten yang ia bagikan di sosial media. Menurut Yosi, sikap tersebut merupakan salah satu cara untuk bertanggung jawab dalam bersosial media. “Saat terkenal itu ada tanggung jawabnya, karena apa yang dilakukan bisa dilihat banget sama banyak orang,” tutur content creator Cameo Project itu.

Yosi juga mengaku jarang menggunakan fitur IG Story agar orang lain tidak mudah mengetahui keberadaannya. Menurutnya hal itu bisa membawa bahaya. Ketika seseorang tahu apa yang kita lakukan, kata Yosi, maka akan membuat orang yang berniat jahat untuk melakukan pendekatan terhadap kta. 

Yosi juga bilang, kadang kita lupa apa yang kita citrakan dalam media sosial kita, kita ikut terlarut dalam suasana, terutama anak-anak muda. Padahal itu bisa berbahaya juga lho! Kalau kamu gimana? Udah lebih selektif dalam memilih konten untuk dibagikan di socmed? Semoga kita makin jago menjaga privasi, supaya bisa bertanggung jawab di dunia nyata dan maya ya!