Opinion

Cari Kerja itu (Gak) Susah

“Cari kerja susah, jadi gue S2 dulu aja.”

Itu kata teman saya yang setelah lulus S1 buru-buru langsung S2.

Beneran gak sih susah?

Sekilas saya teringat dengan sinetron-sinetron zaman saya kecil (which is awal tahun 2000an) di mana orang-orang di sinetron membawa map kertas berisi lamaran kerja kemana-mana, berjalan di teriknya panas matahari, door-to-door dari satu perusahaan ke perusahaan lain mencari pekerjaan. Di benak saya sebagai anak SD yang polos, cari kerja itu susah, ya!

But the world has changed. Sekarang tinggal klik sana-sini di komputer untuk cari lowongan pekerjaan. Gak perlu nge-print CV, tinggal isi aplikasi online. Interview pun bisa saja dilakukan via video call jika diperlukan. Bahkan kerja udah gak perlu ke kantor lagi, bisa sambil ngopi cantik di coffee shop.

Baca juga: Work Should Be Fulfilling, Not Painfully Necessary!

Eh tapi itu gak membuktikan kalo cari kerja itu gampang yah.

Still, the world has changed. Dulu mahasiswa ngemis-ngemis kerjaan ke kantor-kantor. Sekarang perusahaan kecil sampai raksasa ke kampus-kampus buat ngadain rekrutmen. Gak harus apply sebagai karyawan full-time, perusahaan juga banyak terima tenaga magang atau part-time. Banyak posisi yang juga gak membutuhkan pengisinya berasal dari jurusan tertentu, dengan kata lain semua jurusan boleh mendaftar asal qualified.

Masih mikir cari kerja itu susah?

Cari kerja itu gak susah, kalau kita mau take time buat memperbaharui LinkedIn profile.

Cari kerja itu gak susah, kalau kita terus meningkatkan hard skill dan soft skill.

Cari kerja itu gak susah, kalau sebelum interview kita menggali sebanyak-banyaknya informasi tentang perusahaan terkait, biar ga dateng dengan otak kosong.

Baca juga: Dari Barter ke Uang: Why Working for Money Won’t Make Us Happy

Cari kerja itu gak susah, kalau kita invest waktu buat memperluas networking, untuk membuka lebih banyak pintu kesempatan.

Cari kerja itu gak susah, asal kita berusaha mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri, supaya bisa apply ke perusahaan dan posisi yang cocok.

Yang bilang cari kerja susah emang males aja.

Atau kalau emang cari kerja susah, ya udah jadi entrepreneur aja (yang justru lebih susah). :))

Header image credit: huffpost.com