Opinion

Burn Your Ideas!

But innovation comes from people meeting up in the hallways or calling each other at 10:30 at night with a new idea, or because they realized something that shoots holes in how we’ve been thinking about a problem.” – Steve Jobs

Banyak banget tulisan yang membahas tentang darimana datangnya ide, bagaimana ia muncul, atau bagaimana sebuah ide direalisasikan. Gw pribadi percaya bahwa ide datang dari mana saja dan kapan saja. Entah dari perjalanan singkat yang kita lakukan, ataupun dari sekedar mendengar berbagai keluhan ringan yang dilontarkan oleh teman sejawat. Well ironically, banyak orang yang bilang memikirkan sebuah ide itu sangatlah sulit. Jangakan untuk membuat sesuatu, untuk mengembangkan sesuatu pun menjadi masalah yang berat, seolah berpikir tentang ide itu setara dengan menarik pesawat pakai gigi, iya pakai gigi.

Gw ngga menyalahkan persepsi yang sudah terlanjur mengakar jauh banget ke dalam otak mayoritas masyarakat kita ini. Padahal sebenarnya anggapan mencari ide itu sulitlah yang membuat mereka bahkan tidak sampai pada tahap pertama pencarian ide, yaitu berpikir. Hal utama yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah ide tentu saja berpikir. Informasi yang diterima oleh otak akan diolah sedemikian rupa, dirangkai, dan disatukan menjadi sebuah solusi yang dapat direalisasikan dalam bentuk nyata, itulah yang kita sebut ide.

Baca juga: Ide Lo Basi Kalo Gak Divalidasi

Tapi kenapa burn your ideas? Kan banyak orang bilang kalau mencari ide itu sesuatu yang sulit?

Pasti banyak yang berpikir pernyataan gw satu ini ngga masuk akal. Gimana ngga? Orang udah susah payah mendapat ide, eh malah disuruh dibakar atau mungkin kasarnya dibuang. Ngga, bukan itu maksud gw. Burn your ideas adalah metode berpikir secara ajegile dimana lo yang sangat membutuhkan ide dipaksa merunut berbagai peristiwa yang pernah dilewatkan dan mengubahnya menjadi sebuah ide utuh sebagai solusi.

Loh kok bisa?

Pada dasarnya ide dihasilkan dari informasi yang kita dapat sehari – hari. Mostly, ide yang kita dapat berasal dari kebutuhan masyarakat sekitar kita. Gimana caranya mempermudah sesuatu dan mengerjakannya secara cepat, simplenya gitu. Udah dasar banget deh kalau manusia  pengen banget kerjaan mereka cepat kelar. Nah disini metode ini dipakai. Kita merunut peristiwa apa saja yang telah terjadi di sekitar kita, mendengarkan keluhan, kesulitan, atau sekedar guyonan kecil, setelah mengingatnya, CATAT! Ini penting. Manusia ngga didesain untuk dapat mengingat semua informasi secara sempurna, namun dengan mencatat, informasi akan mudah diingat kembali apabila diperlukan.

Jangan pernah berpikir sesuatu yang kita pikirkan dan terlihat remeh tidak akan memberikan dampak besar pada rotasi kehidupan masyarakat, justru hal – hal kecil itulah yang luput dari kebanyakan pembuat produk/jasa. Setelah berbagai informasi didapat, mulailah membakar ide. Hal yang gw maksud disini adalah tarik secara utuh garis besar yang ingin kalian buat, mulai memilih informasi apa saja yang kira – kira sesuai dengan calon ide kalian. Rangkai lalu mulailah buat ide sebanyak – banyaknya dari informasi tersebut. Pilih yang sesuai, buang yang tidak sesuai, tapi jangan dibuang selamanya ya, simpan, siapa tau jadi calon ide buat produk lain, setali tiga uang lah. Nah setelah terkumpul, ide dapat mulai direalisasikan. Lo bisa memulai mengerjakan produk yang ingin diimplementasikan sesuai dengan sasaran produk lo itu sendiri.

Baca juga: How Collaboration Leads to Great Ideas

Metode ini menurut gw sesuatu yang efektif karena idenya dapat lahir dari berbagai peristiwa yang kita lewati sehari – hari. Dengan memancing “re:memksa” otak kalian berpikir untuk dapat mengingat sesuatu yang kalian telah lewati, disitu ide dapat lahir tanpa diduga. So mulailah membakar ide kalian satu persatu, karena lo gatau kalau ide itu dapat datang darimana aja, betul ngga?

Image header credit: yourstory.com.