Insight

Bhinneka Tunggal Ika: 3 Jenis Keberagaman yang Menjadi Kekuatan Dalam Sebuah Tim

Bulan Agustus merupakan bulan yang kental dengan nilai-nilai nasionalisme. Setelah hari Jumat lalu kita merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-73, pada hari ini, ziliun ingin membahas salah satu motto bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu.

Makna sebenarnya dari Bhinneka Tunggal Ika adalah tentang persatuan dalam keberagaman. Tentunya, motto tersebut menjadi sebuah simbol persatuan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan ribuan suku yang berbeda. Selain itu, nilai keberagaman ini juga bisa dikaitkan dengan bagaimana cara kita membangun tim dalam startup kita.

Dalam mendirikan sebuah startup yang ideal, diperlukan keberagaman dari masing-masing anggota timnya. Sederhananya, jika background kamu adalah dari developer, kamu juga tentunya akan membutuhkan orang bisnis untuk mengatur bagian marketing dan bisnis strategi dari startup kamu.

Tujuan dari keberagaman tersebut adalah agar terjadi dinamika tim sehingga bisa muncul interaksi dari berbagai macam sudut pandang. Terkadang untuk menyelesaikan masalah kompleks, keberagaman sudut pandang dapat menjadi katalis terciptanya sebuah inovasi.

Ada tiga keberagaman yang bisa dibuat agar dinamika tim menjadi sebuah kekuatan yang saling menyeimbangkan:

Keberagaman background skill

Keberagaman yang paling fundamental yang diperlukan dalam sebuah tim startup adalah skill set yang berbeda. Skill set utama yang menjadi fondasi sebuah startup bisa dibagi menjadi tiga, yaitu hacker, hustler dan hipster.

Sederhananya, hacker adalah orang yang mengerti coding dan berperan sebagi developer. Hustler adalah orang yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan bisnisnya, mulai dari mengatur arah strategi bisnis, melakukan market research, dan lainnya. Sedangkan hipster adalah orang yang berurusan dengan keindahan dari startup tersebut, posisi ini biasanya diisi oleh desainer.

Keberagaman karakter & personality

Keberagaman kedua yang bisa dibutuhkan adalah keberagaman dari karakter. Untuk poin ini, saya mengambil referensi dari MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator. Karakter bisa didefinisikan sebagai sifat-sifat default yang dimiliki seseorang. Dalam teorinya, MBTI dibagi menjadi 4 bagian yaitu cara kita mendapatkan energi (introvert & extrovert), cara kita memproses informasi (sensing & intuition), cara kita membuat keputusan (thinking & feeling), serta cara kita mengatur keadaan (perceiving & judging). Dalam MBTI, ada 16 kombinasi tipe yang terdiri dari 4 bagian di atas.

Dalam sebuah tim, keberagaman karakter bisa memperkaya cara kita mengolah sebuah ide. Karena ketika ada banyak sudut pandang dari kombinasi cara masing-masing anggota tim melihat sebuah ide, kita bisa melakukan proses sintesis ide dengan lebih dalam. Selain itu, dinamika karakter ini juga bertujuan untuk menempatkan orang dengan personality yang sesuai dengan roles-nya di dalam tim.

Keberagaman nilai budaya

Meskipun tidak definitif, keragaman budaya para anggota tim bisa memberikan “bumbu” yang memperkaya hasil pemikiran. Apa sebenarnya kaitan budaya dengan dinamika sebuah tim? Indonesia sendiri memiliki kurang lebih 1340 suku bangsa, di mana di dalamnya terdapat keragaman nilai-nilai yang memiliki filosofi turun temurun dari generasi sebelumnya. Nilai keseharian yang berbeda ini akan menjadikan lingkungan lebih dinamis dan interaktif. Tentunya diperlukan tingkat toleransi yang tinggi untuk saling memahami perbedaan tersebut agar bisa dijadikan sebuah kekuatan dalam tim.

Kesimpulan

Seperti halnya Bhinneka Tungga Ika, keberagaman perlu disatukan dengan satu tujuan yang jelas. Disitulah peran sebuah visi dalam sebuah startup. Visi yang jelas akan membuat interaksi perbedaan di dalam tim sebagai sebuah kekuatan. Meskipun anggota timnya berasal dari background skill, karakter, dan nilai budaya yang berbeda, semuanya bisa bersatu dengan satu tujuan yang jelas untuk Indonesia.