Story

Dokter Bedah, Tapi Jago e-Sport, Mau Apa Lo?

Banyak yang bilang main game itu hanya untuk pemalas, tapi enggak berlaku sama orang satu ini. Orang yang cukup ngasih inspirasi ke saya waktu menghadiri helatan EXP Esports Academy di Jakarta. Kali ini saya akan bercerita tentang tokoh e-sport Indonesia yang berasal dari wilayah timur Indonesia, fun-fact-nya lagi dia ternyata juga dokter. Bagi para gamer terutama Free Fire pasti udah enggak asing lagi, ya dia adalah Muslih Rachman atau yang lebih sering dipanggil Bang Fayad. Kini, Bang Fayad aktif sebagai Head of T&A di NARA Esports, CNO dari Playpay, dan juga jadi CEO dari Avero Indonesia, widih banyak juga yah!

Sebelum benar-benar terjun bertugas menjadi dokter spesialis bedah dan terjun ke pelosok-pelosok daerah, Bang Fayad memang sudah punya kontribusi di era games yang mungkin saat itu tabu. Tahun 2010 hingga 2013 aja bang Fayad udah ngewakiin Indonesia di kejuaraan Pro Evolution Soccer (PES) pada waktu itu. Enggak perlu basa-basi, lebih baik simak hasil interview singkat dengan Bang Fayed aja langsung.

Boleh ceritain kenapa balik lagi ke scene e-sport?

Setelah saya vakum beberapa saat dan bertugas di pelosok Indonesia, ada beberapa waktu luang saya gunakan kembali menyentuh hal-hal yang berbau game. Lalu ada respon positif dari pemerintah dan influencer lain, saya merasa harus kembali menjalani hasrat saya dari sejak kecil. Saya begitu nyaman di scene  ini. Saya berterima kasih kepada orang tua, yang ngedukung saya untuk melakukan hal yang saya cintai.

Apa aja yang kurang sih saat ini di industri e-sport Indonesia?

Hal yang paling kurang dimiliki Indonesia saat ini, adalah bagaimana kita bisa mengedukasi lebih luas ke orang-orang mengenai hal-hal yang berkaitan e-sport. Di zaman saya hidup dulu, sekitar 10 tahun yang lalu, e-sport itu  sangat tabu, bahkan menjadi juara dunia aja, enggak ada yang tahu. Nah bagus ada acara kayak EXP Esports Academy kayak gini.

Harapannya buat orang-orang yang mau terjun ke industri ini apa aja Bang?

Harapannya, mereka bisa mengambil hal-hal yang positif mengenai e-sport yang terjadi di Indonesia saat ini.Di mana tantangannya begitu besar, begitu banyak. Mereka harus melawan hal-hal negatif yang berkaitan dengan game, atau e-sport di Indonesia. Pelan-pelan mulai kita buktikan bersama bahwa ini adalah scene yang serius yang tentunya bisa ngasih dampak positif bagi bangsa Indonesia.

Mindset apa sih yang diperluin buat anak muda yang mau terjun ke industri e-sport?

Sebenernya anak-anak Indonesia yang dibutuhkan itu konsisten-nya,  Karena Indonesia kini di industri game, entah sebagai pro gamer, plo player, apapun role-nya yang dimiliki anak-anak bangsa, sudah menjadi menjadi momok menakutkan (secara positif ya) buat dunia. 

Kita sudah membuktikan di beberapa scene game Indonesia, sudah layak dan bisa juara di dunia. Hal ini pun udah dimulai dari era pemerintah, pihak swasta, dan brand-brand belum campur tangan ya. Maka di zaman sekarang setelah semua campur tangan, kesempatan buat teman-teman semakin besar dan semakin banyak peluang untuk menjadi juara di scene e-sport dunia.

Bang Fayad lagi coaching ke bibit-bibit pemain Free Fire di EXP Esports Academy | Foto: EXP Esports Academy

Nah inspiratif banget kan? Ternyata profesi lo yang sekarang gak serta-merta jadi apa yang ideal, tapi selalu ada kemungkinan buat sukses di tempat yang sama sekali bertolak belakang dengan yang lo geluti!