Featured

#Ziliun17: YouTuber Indonesia dengan Subscriber Terbanyak

#Ziliun17 adalah 17 rangkaian infografik atau data dalam bentuk visual seputar teknologi dan Indonesia. #Ziliun17 dipersembahkan untuk menyambut HUT Republik Indonesia di tanggal 17 Agustus.

Kalau nonton TV nasional, bawaannya pengen kesel aja. Soalnya isinya ya gitu, sinetron ga penting atau drama-drama ajaib. Tapi ya, kalo cuma bisa ngeluh aja ngga ngapa-ngapain sih mending diem aja.

Beruntung buat kita yang tinggal di kota besar, bisa terkoneksi dengan internet. Kita bisa punya begitu banyak alternatif tontonan. Nggak usah jauh-jauh TV kabel yang mesti bayar, ada YouTube dengan kontennya begitu kaya. Sebagai platform video online nomer satu di dunia, YouTube punya semua genre konten video yang kita mau: drama, musik, komedi, satir, tutorial, TV show, literally semua. Lebih dari yang televisi tawarkan lewat channel-nya yang begitu terbatas. YouTube menawarkan kebebasan berekspresi.

Baca Juga: Berkolaborasi dan Berkreasi di YouTube Space LA

Dengan lebih dari 1 miliar unique users setiap bulan dan 100 jam durasi video diunggah setiap jam, YouTube punya jutaan kreator konten video yang tersebar di 30 negara, seluruh penjuru dunia. Itu baru yang dihitung berhasil nyedot pendapatan dari channel mereka. Yang lainnya? Jauh lebih banyak lagi.

Untuk para kreator ini, di beberapa negara di luar sana, YouTube bahkan mendirikan YouTube Space, fasilitas terpadu untuk para kreator memproduksi konten; mulai dari tahap brainstorming sampai siap rilis. Salah satunya, YouTube Space Los Angeles yang udah kita bahas di salah satu catatan perjalanan #ziliunSV di Silicon Valley dan sekitarnya ini. Untuk bisa menikmati fasilitas ini dengan cuma-cuma, kreator didorong untuk memiliki setidaknya 10,000 subscribers.

Ekosistem luar memang udah segitu kondusifnya untuk mencetak generasi YouTuber kreatif masa depan. Tsah. Di Indonesia, sayangnya emang belum semasif itu. Masih banyak pe er bagi pelaku industri kreatif kita (pelaku lho ya, mesti mulai dari mereka, bukan pemerintah) untuk menghidupkan iklim kreasi konten video online di Indonesia. Terlepas dari infrastruktur internet yang menuntut banyak pembangunan dan peningkatan kualitas, siapapun yang mau jadi YouTuber di Indonesia harus paham betul bahwa sasaran mereka adalah anak muda. Mereka membuat konten untuk anak muda, sebagai konsumen utama YouTube. Ini juga senada dengan yang udah pernah Ziliun bahas sebelumnya, tentang masa depan video online di tangan abege.

Nggak cukup di situ. Untuk ningkatin kuantitas dan kualitas kreator video online kita, Indonesia butuh awareness lebih tinggi tentang online video dan YouTube sebagai platform tontonan alternatif. YouTuber kita juga mesti punya skill dan pengetahuan yang lebih mumpuni. Belum lagi kultur kolaborasi antar pelaku industri kreatif, butuh banget biar YouTuber bisa bikin karya jauh lebih keren.

Artikel lain: Kunci Membangun Komunitas dari Founder Fotografer.net

Platform yang mencoba jadi solusi untuk tiga hal tadi; awareness, skill, dan kolaborasi; udah ada sih. Kita udah pernah bahas tentang Layaria sebelumnya kan, rumah bagi kreator video online Indonesia! Layaria jadi jaringan yang kuat untuk mendorong lebih banyak YouTuber berkarya dan memaksimalkan potesi channel mereka di YouTube. Nggak cuma agar sekedar banyak yang subscribe, tapi juga bisa konsisten produksi konten yang bermutu.

Dengan segala keterbatasan ekosistem video online di Indonesia tadi sih, banyak kok YouTuber lokal andalan kita yang bisa stand out dan bikin karya keren, terus diganjar sama jumlah subscriber yang nggak main-main. Ini dia 17 YouTuber Indonesia dengan jumlah subscriber terbanyak!

#ziliun17: YouTuber Indonesia dengan Subscriber Terbanyak

 

1. Raditya Dika | 2. Eka Gustiwana | 3. skinnyindonesian24 | 4. Malesbanget.com | 5. Sacha Stevenson | 6. Bayu Skak | 7. Aaron Ashab | 8. gamal1990 | 9.NatashaFarani | 10. Benazio Putra | 11. CameoProject | 12. Wita Wanita | 13. Adera Ega | 14. Ashilla | 15. edho zell | 16. CleanSound Studio | 17. Jakarta Beatbox

Ada Raditya Dika, seorang penulis, aktor, komedian yang naik daun berawal dari blog-nya yang dibukukan, di-filmkan, dan jadi sekuel segala: Kambing Jantan. Yang super ngehits dari channel YouTube-nya, web-series “Malam Minggu Miko” yang sampai ditayangkan di KompasTV.

Di posisi kedua, ada Eka Gustiwana, musisi, produser, dan composer yang juga hobi nge-remix video-video kreatif di channelnya. Terus ada skinnyindonesian24, duo Indo-India Lopez bersaudara yang aktif bikin video-video parodi dan banyolan. Di posisi keempat, ada Malesbanget.com yang digawangin sama Christian Sugiono. Kemudian, ada Sacha Stevenson, YouTuber Indonesia asal Kanada yang terkenal sama web series ‘How to Act Indonesian’-nya.

Posisi keenam, ada YouTuber asal Malang dan video-video komedinya, Bayu Skak. Kemudian ada Aaron Ashab, YouTuber blasteran Belanda-Arab yang juga nyanyi dan main film. Dan, buat yang suka cover-cover lagu, pasti jadi salah satu subscriber gamal1990, triplet grup vokal merdu dengan tampang good-looking: Gamal Audrey Cantika (GAC).

Di lini fashion hijab, ada NatashaFarani dengan tutorial-tutorial gaya hijabnya. Di posisi ke-11, Benazio Putra jadi YouTuber yang berawal dari blog kreatifnya yang nyabet banyak award, benablog.com. Kemudian ada CameoProject dengan berbagai campaign-nya, Wita Wanita yang fokus sebagai YouTuber politik, juga Adera Ega dan Ashila yang fokus di bidang tarik suara.

Artikel lain: Xiaomi, The Company that Brings Global to the Locals

Di posisi 15, 16, dan 17 ada edho zell dan tim Happy Holiday Indonesia, CleanSound Studio yang nggak pernah absen produksi konten-konten nyeleneh, dan Jakarta Beatbox yang memanfaatkan skill kelas atas acapella mereka untuk dikaryakan lewat online video.

Itu baru 17 YouTuber. Tau sendiri anak muda Indonesia berapa banyaknya. Potensi dan talent lokal kita belum kegali semua. Dengan ekosistem video online yang pelan tapi pasti berkembang, nggak menutup kemungkinan kalo the next YouTuber Indonesia yang nyusul dengan rombongan subscriber-nya itu, kamu! Tapi jelas, nggak hanya sekedar banyak subscriber, tapi juga harus didukung konten yang bermutu.

Baca juga: Bikin Startup Bukan Buat di-Invest!