Featured

#ziliun17: Online Social Movement Indonesia

“Indonesia” lagi fokus sama berbagai macam kesibukan, sibuk komentar soal pilpres yang nggak kelar-kelar, sibuk protes, sibuk ngritik pemerintahan. Padahal ngurusin diri sendiri aja belum bener. Kalo ada orang yang nyuruh buat ngasih solusi, bilangnya males, udah ada tanggung jawab masing-masing.

Bukan semua-muanya menjadi tanggung jawab pemerintah, kalo kita sebagai warga Indonesia bisa ngelakuin hal positif buat negara sendiri kenapa enggak? Indonesia harus bangga punya orang-orang yang mau bergerak untuk Indonesia yang lebih baik, walau hanya segelintir saja tapi mereka mau menyerukan perubahan dan bikin tindakan nyata.

Familiar sama istilah social movement nggak?

Baca juga: Sukses Itu Dimulai Dari Gagal

Social movement kali pertama dikenalin tahun 1848 sama Sosiolog Jerman, Lorenz von Stein dalam bukunya “Socialist and Communist Movements since the Third French Revolution”. Lorenz menggambarkan perjuangan kesetaraan hak sosial dan kesejahteraan dibukunya itu. “American Civil Rights Movement” menjadi salah satu contoh social movement paling dikenal orang saat di abad 20-an.

Di Indonesia sendiri, tahun 1965 sudah ada social movement yang digalakkan sama kelompok mahasiswa. Tujuannya buat ngubah kebijakan pemerintahan kayak pembubaran kabinet, penurunan harga bahan pokok,  dan pembubaran PKI.

Social movement bisa dibilang  satu gerakan yang tidak hanya untuk mendorong tapi juga menghambat suatu segi perubahan sosial dalam masyarakat, diinialisasi oleh perorangan atau kelompok informal. Berlatar belakang tujuan yang sama, social movement bergerak untuk menyelesaikan isu-isu sosial atau politik dengan mendukung, menolak, atau mengkampanyekan sebuah perubahan sosial.

Sebenarnya banyaknya ide yang bisa direalisasikan, tapi nggak berjalan dengan efektif karena kurangnya SDM dan berbagai macam kendala dalam sosialisasi. Akhirnya social media menjadi alternatif solusi untuk mengkampanyekan  berbagai program social movement ini. Dimana perkembangan teknologi yang semakin maju, didukung sama internet dan ekosistem tren social media yang pas akhirnya melahirkan semangat baru, online social movement.

Baca juga: Lendabook, Berbagi Buku untuk Indonesia 

Ada yang masih ingat “Satu Juta Facebookers Dukung Bibit-Chandra” juga “Koin untuk Prita” yang sempet rame diomongin di berbagai social media beberapa waktu lalu? Lewat campign di social media, nggak butuh waktu lama buat narik jutaan orang gabung dan berpartisipasi di campign tersebut. Para inisiator social movement bisa membangun story telling di berbagai macam social media buat ngajak banyak orang ikutan gabung dan berkontribusi dalam social movement yang lagi digerakin.

Nggak harus jadi besar dulu buat jadi bermanfaat untuk masyarakat. Justru dari yang kecil akan menjadi besar karena bermanfaat. Kayak 17 online social movement berikut!

Infografis: 17 Online Social Movement Indonesia

1. Blood for Life | 2. Earth Hour Indonesia | 3. Indonesia Bercerita | 4. Indonesia Berkebun | 5. Akademi Berbagi | 6. Coin A Chance | 7. Bike to Work Indonesia | 8. AIMI_ASI | 9. Nebengers | 10. Sedekah Rombongan | 11. Bincang Edukasi | 12. IDBerkibar | 13. Buku untuk Papua | 14. Save for Hope | 15. SaveSharks Indonesia | 16. Indonesia Mengajar | 17. Selamatkan Ibu

Mereka bergerak di berbagai bidang yang berbeda. Ada Blood4LifeID, darah buat kehidupan. Katanya, “A bag of your blood might be nothing for you, won’t cost you anything, but can be a life for others & a smile for families. Feel Good by Doing Good”.

Di bidang lingkungan, ada Earth Hour Indonesia yang nggak sekedar ngajak orang buat matiin lampu, tapi juga ngajak orang buat cinta bumi dan dukung gaya hidup ramah lingkungan. Ada juga Indonesia Berkebun yang menyebarkan semangat positif buat kita lebih peduli sama lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming, yaitu memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan yang diubah menjadi lahan pertanian atau perkebunan produktif.

Baca juga: Orang yang Tersesat, Belum Tentu Tersesat

Lain lagi sama #SaveSharks Indonesia. Mereka berfokus mengedukasi konsumen tentang bahaya mengkonsumsi daging hiu sampai menginformasikan kalo hiu itu hampir punah sebagai upaya menyelamatkan hiu dari kepunahan. Kalo Bike to Work Indonesia sama nebengers ngajakin orang buat mengurangi dampak negatif kendaraan bermotor. Mulai dari saling nebeng buat ngurangin kemacetan dan polusi asap kendaraan, sampai bersepeda kalo kemana-mana.

Kalo social movement yang gerak di bidang pendidikan, ada Indonesia Bercerita dengan campign “Mendidik Melalui Cerita”. Indonesia Bercerita ini platform bagi pencerita, pendongeng, orang tua (individu atau komunitas) berbagi cerita untuk anak Indonesia. Kita bisa download banyak banget podcast cerita dan dongeng disana.

Ada juga Coin A Chance, satu gerakan yang ngajak orang ngumpulin “receh” yang kemudian dituker sama “sebuah kesempatan” buat anak-anak yang kurang mampu, untuk melanjutkan sekolah. Nah, kalo Indonesia Mengajar siapa yang nggak kenal hayo! Sebuah inisiatif dari Anies Baswedan yang mengirim putra putri terbaik bangsa menjadi guru SD di pelosok negeri.

Ada pula social movement yang mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia kayak Bincang Edukasi, Indonesia Berkibar, dan Buku untuk Papua. Dan satu lagi social movement yang nge-hits di banyak kota, Akademi Berbagi yang mengajak semua orang untuk terus belajar secara fun dan menyebarkan inspirasi berbagi ke seluruh negeri.

Baca juga: Minilovebites: Start small, start now!

Lalu ada gerakan Selamatkan Ibu, gerakan masyarakat di bidang kesehatan ibu yang fokus mengedukasi masyarakat dan melakukan kegiatan advokasi mengenai isu tersebut, khususnya terhadap angka kematian ibu di Indonesia. Juga AIMI ASI, lebih fokus ke mengajak ibu-ibu untuk kampaye pentingnya ASI untuk bayi.

Di sosial, ada Sedekah Rombongan (SRbergerak) yang aktif mengumpulkan sedekah dan donasi dari masyarakat untuk disalurkan kepada mereka yang menderita penyakit parah tapi nggak mampu berobat. Nggak jauh beda sama Shave for Hope yang ngajak orang untuk peduli sama anak-anak yang terkena kanker lewat cara yang sama.

Sebenernya masih banyak social movement lain yang banyak memberikan kontribusi positif buat bangsa Indonesia. Berbagai macam problem sosial yang ada di masyarakat mulai tertangani, nggak harus nunggu pemerintahnya dulu. Yuk semangat! Ada ide apa kamu buat bikin social movement selanjutnya? Coba pikir hayo! 🙂

image credit: gratisography.com