Featured

Udah Bukan Zamannya Perempuan itu Gaptek (1)

“Sekarang saatnya perempuan memimpin, karena sekarang zamannya kepemimpinan egaliter, dan perempuan adalah pemimpin yang egaliter.” – Betti Alisjahbana

Gedung Caraka Loka, Kementerian Luar Negeri, dipenuhi 70 perempuan muda siang kemarin. Mereka datang dari berbagai latar belakang: mahasiswa, developer, NGO, jurnalis, praktisi PR, travel blogger, business analyst, dan lain-lain.

Pada ngapain sih cewek-cewek ini? Mereka dateng buat sebuah girls-only event, yaitu FemaleDev Summit 2015, sebuah konferensi yang ingin menginspirasi perempuan-perempuan muda untuk menjadi pemimpin dan memberdayakan mereka lewat teknologi.

70 orang peserta yang dikurasi dari berbagai bidang ini hari itu bertemu dengan berbagai figur perempuan pemimpin di bidang teknologi. Ibu Betti Alisjahbana, misalnya. Mantan CEO IBM Indonesia ini memberikan presentasi singkat tentang mengapa kita harus punya lebih banyak perempuan pemimpin dan bagaimana perempuan bisa jadi pemimpin yang baik.

“Sekarang, sudah banyak perempuan yang menduduki posisi tinggi di perusahaan teknologi. Misalnya, COO Facebook Sheryl Sandberg, CEO HP Meg Whitman, CEO Yahoo! Marissa Mayer. Di Indonesia juga ada CEO XL Axiata Dian Siswarini, CEO Xirka Sylvia W. Sumarlin.”

Menurut Bu Betti, perempuan itu cenderung “sedikit bicara, banyak bekerja”. Padahal, di zaman sekarang, orang-orang itu harus “banyak bicara, banyak bekerja” untuk meningkatkan visibilitasnya. Kalau gak, orang gak akan tahu tentang prestasi kita dan apa yang sebenarnya kita kerjakan.

Setelah presentasi Ibu Betti yang insightful, panel kedua di FemaleDev Summit membahas tentang “Being a Career Woman in Tech World” yang diisi oleh Karina Akib dari Google, Atimas dari Microsoft, dan drg. Syanti Wahyu, seorang dokter gigi dan digital smile design practitioner.

Menurut ketiga para panelis ini, perlu ada lebih banyak perempuan di teknologi agar persepsi bahwa perempuan itu gaptek bisa hilang.

“We will lose out if women don’t take the opportunities in tech,” kata Karina Akib.

Baca juga: Udah Bukan Zamannya Perempuan itu Gaptek (2)

Header image credit: tim Ziliun.com