Story

Q&A: Syukron dan Traveller Kaskus, Traveling Sebagai Kajian, Bukan Hanya Hiasan

“Kami percaya bahwa negeri yang kita cintai ini bisa menjadi lebih maju lewat pariwisata, karena itulah Traveller Kaskus konsisten menyebarkan informasi mengenai pariwisata Indonesia.”

Perkembangan dunia pariwisata beberapa tahun belakangan ini mulai menampakkan geliatnya. Berbagai macam komunitas tentang travelling juga ikut bermunculan, salah satunya adalah Komunitas Traveller Kaskus.

Image credit: twitter.com/@TravellerKaskus

Traveller Kaskus adalah sebuah komunitas pejalan yang semula bertemu di Forum Kaskus. Setelah kerap melakukan perjalanan bersama, pada 23 Januari 2012 beberapa orang “enthusiast” membuat akun microblog twitter @TravellerKaskus demi memudahkan komunikasi antar-anggota di media sosial. Saat ini admin Twitter @TravellerKaskus berjumlah 6 orang, salah satunya adalah moderator di Forum Traveller Kaskus.

Nah, beberapa hari lalu Ziliun berkesempatan ngobrol dengan Muhammad Syukron Makmun yang merupakan Community Manager Traveller Kaskus.

Bagaimana cerita terbentuknya Traveller Kaskus ini? Boleh diceritakan juga apa goal yang ingin dicapai oleh Traveller Kaskus?

Traveller Kaskus berawal di forum Kaskus. Seiring berjalannya waktu Traveller Kaskus juga mulai aktif dalam social media seperti Facebook, Twitter, Google+ dan Instagram dengan tujuan untuk memudahkan komunikasi antar-anggota di media sosial, sekaligus sebagai media berbagi informasi yang akan membantu para pejalan saat melakukan petualangan. Belakangan, Traveller Kaskus mengembangkan travellerkaskus.com untuk mewadahi tulisan dan karya teman-teman komunitas.

Goal yang ingin dicapai dari Traveller Kaskus adalah menyampaikan gerakan volunturism di mana setiap pejalan mempunyai peran dalam mengembangkan ataupun menjadikan suatu tempat ataupun lingkungan yang mengarah kepada sustainable tourism.

Apa yang membedakan Traveller Kaskus dengan komunitas traveling lainnya?

Setiap komunitas travelling jelas mempunyai ketertarikan berbeda dalam melakukan perjalanannya, bahkan untuk destinasi yang sama pun bisa beda. Traveller Kaskus sedang belajar tentang voluntourism, menurut kami itu yang pada akhirnya membuat teman-teman aktif dalam aktivitas pengembangan dan pembelajaran pariwisata.

Baca juga: #ziliun17: Taman Nasional di Indonesia

Apa yang dimaksud Traveller Kaskus dengan taglineWe are Family Not Community’?

Itu sih bahasa lelucon kami intinya seperti susah senang, tikung-tikungan, ngambek-ngambekan, gosip, beda pendapat semua itu cuma bumbu tapi pada dasarnya kami tetap TK (Traveller Kaskus – Keluarga). Kalau kami sendiri lebih suka menggambarkan Traveller Kaskus sebagai “travelling sebagai kajian tidak hanya sebagai hiasan”.

Bagaimana para anggota komunitas mendukung satu sama lain untuk berbagi beragam cerita perjalanan di dalam forum atau social media?

Dalam Traveller Kaskus kita mempunyai minat yang berbeda-beda, bahkan dalam melakukan perjalanan jarang yang berbarengan. Setiap cerita yang kami dapat pun hasilnya berbeda-beda, ada yang ditulis, direkam ataupun dipotret. Yang membuat kami bersama adalah di Traveller Kaskus itu bukan hanya untuk mencapai tujuan tapi juga belajar menerima perbedaan dalam proses perjalanannya dalam hal ini pariwisata.

Syukron, Traveller Kaskus. Image credit: travelmatekamu.com

Apa saja hal yang sudah dilakukan Traveller Kaskus untuk mengembangkan dan memberdayakan anggotanya?

Yang perlu diperhatikan adalah Traveller Kaskus tidak bersifat keanggotaan, semua berjalan dengan perannya masing-masing. Itulah kenapa kami menamakannya Teman Traveller Kaskus. Kami sendiri mempunyai agenda besar yaitu berupa pengembangan voluntourism dan tentunya itu dikembangkan bersama teman-teman yang lain juga.

Bagaimana cara Traveller Kaskus berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata Indonesia?

Perkembangan pariwisata di Indonesia itu dimulai dari manusianya, untuk itulah kami berkumpul dan mencari teman-teman yang mempunyai semangat yang sama.

Terkait pariwisata Indonesia, Traveller Kaskus berharap konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dapat diterapkan dengan melibatkan seluruh stakeholder. Diharapkan, masyarakat luas dapat memperoleh manfaatnya. Kami percaya bahwa negeri yang kita cintai ini bisa menjadi lebih maju lewat pariwisata, karena itulah Traveller Kaskus konsisten menyebarkan informasi mengenai pariwisata Indonesia. Membuat diskusi, menjadi pembicara talkshow, dan menyelenggarakan seminar, adalah beberapa usaha kami untuk turut serta memajukan pariwisata nusantara.

Baca juga: #BarondaMaluku: Semboyan Lama “Maluku Manise” Kembali Nyata

Image credit: kaskus.co.id

Sejauh ini adakah pencapaian yang sudah diraih Traveller Kaskus dan juga dampak dari berbagai macam kegiatan yang telah dilakukan?

Beberapa sudah dimulai dengan diskusi antar komunitas, voluntourism di beberapa tempat, melakukan kegiatan traveller berbagi dan yang terakhir kami lakukan adalah kompetisi travel writing dengan tema voluntourism.

Beberapa kegiatan yang sudah kami lakukan seperti “Lekong Ciin” (Traveller Nongkrong Cinta Indonesia) – kegiatan kongkow rutin dan terbuka untuk siapa saja; “Jakarta Historical Race”, sebuah travelling game yang sarat konten sejarah – seperti ‘The Amazing Race’. Ada dua belas kelompok menjelajahi tempat-tempat bersejarah yang ada di Jakarta dengan dua jalur berbeda, diselingi permainan dan petunjuk berupa sejarah tempat tersebut.

Ada juga kegiatan yang dinamakan “Traveller Berbagi” yang sudah beberapa kali diselenggarakan, yaitu sebuah kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian para pejalan terhadap anak-anak “kurang beruntung” dengan cara mengajak mereka jalan-jalan di seputaran Kota Tua Jakarta sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Bang Syukron sendiri selaku community manager di Traveller Kaskus punya harapan apa untuk kemajuan Traveller Kaskus?

Yang kami harapkan adalah akan banyak orang yang mencintai negeri ini dengan melakukan aksi. Ketika banyak petualang maka akan banyak pula perkembangan di setiap daerah. Dan Traveller Kaskus akan mencoba hadir untuk itu.

Baca juga: #ziliun17: Travel Blogger Indonesia

Header image credit: sitebuilderreport.com