Story

Q&A: Putri Tanjung, Memadukan Entertainment dan Inspirasi dalam Bisnis Event

“Ada yang bilang idenya jelek, ada yang bilang aku terlalu pede, ada yang bilang impiannya terlalu tinggi, tapi balik lagi adalah itu motivasi aku untuk terus. Silakan liat gue berkarya, judge dari apa yang udah gue bikin.” – Putri Tanjung

Oke Putri, pertama, dari berbagai kegiatan sosial dan bisnis yang dijalankan, kalo bisnis Putri kan creativepreneur event ya, bagaimana cara meng-empower diri sendiri supaya punya purpose dan semangat gak pernah surut?

Aku mulai at a very young age. Aku mulai dari 15 tahun, udah mulai bikin EO dan segala macem. Nah gimana biar semangat aku gak pernah surut, menurut aku yang pertama adalah pegangan.

Pegangan dalam arti, aku punya goal apa sih, dan aku selalu pegang. Jadi aku bikin event itu buat apa, purpose-nya apa. Pegangan aku yang pertama adalah aku harus melakukan apa yang aku suka. Event is my passion. Yang kedua adalah aku ingin membuktikan ke orang banyak kalau aku bisa berdiri di atas kaki aku sendiri, tanpa embel-embel bapak aku. Ketiga, aku tuh pengen berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik lagi, jadi bermanfaat buat orang banyak, aku pengen jadi seorang ikon perempuan, anak muda yang sukses karena usahanya sendiri.

Jadi aku pegang itu terus. Jadi kalau aku down atau apapun itu, aku punya purpose yang jauh lebih besar daripada itu. Jadi supaya semangat, menurutku, punya pegangan aja. Punya goal aja walaupun gak besar. Malah setiap bulan punya goal aja sendiri, apa sih. Kalau goal-nya gak tercapai, jangan goal-nya yang diganti, tapi strateginya yang diganti.

Image credit: swa.co.id

Putri kan perempuan, anak muda lagi. Untuk menjadi perempuan aja, masih banyak yang takut untuk speak up dan berkarya karena tertahan oleh sterotipe. Jangan terlalu ini, jangan terlalu itu, karena kamu adalah perempuan, misalnya. Apalagi anak muda, anak muda bisa apa sih. Jadi Putri melawan dua dogma sekaligus. Gimana sih caranya supaya perempuan dan anak muda bisa lebih berani untuk berkarya?

Tadi kan ada dua, perempuan dan anak muda. Kalau aku ada tiga justru: anak pejabat, masih muda, perempuan pula. Orang-orang tuh udah pada sewot, dalam arti perempuan ngapain, perempuan di rumah aja. Anak muda, bukannya biasanya party-party segala macem. Yang ketiga, anak pejabat, bukannya cuma bisa ongkang-ongkang kaki doang ngabisin duit bapaknya.

Baca juga: Q&A: Dhyta Caturani, Membebaskan Diri dari Belenggu Patriarki

Sebenarnya menurut aku mindset aja sih,. Kita main di persepsi. Karena, menurut aku, opportunity perempuan sama laki-laki tuh sebenarnya sama. Asal kita punya persepsi yang benar aja. Sebenarnya malah, kadang-kadang perempuan sendiri yang punya persepsi itu. Yang punya persepsi bahwa gue perempuan, gue lemah, gue masih muda, nanti aja deh biarlah nanti aja gue nikah, punya suami, biar nanti suami yang gini-gini.

Kalau aku, mungkin, mindset-nya nih yang aku ubah. Maksud aku, dengan aku perempuan, masih muda, anak pejabat, dengan ketiga itu bikin aku lebih rich lagi, lebih hebat lagi. Ubah deh mindset-nya: gue perempuan dan gue masih muda, itu banyak keuntungan banget.

Pertama, insting perempuan itu luar biasa: kita mengayomi, kita doing leadership itu dari hati. Kita bisa multitasking segala macem. Nah, anak muda, produktif, idenya masih kreatif, bisa bersosialisasi dengan orang banyak segala macem segala macem. Jadi, persepsinya aja yang diubah bahwa being perempuan dan masih muda itu merupakan suatu kelebihan.

Kalau tantangan untuk menjadi pemimpin perempuan apa, menurut Putri?

Banyak, apalagi aku masih 17 tahun. Jadi pasti orang banyak yang bilang bahwa mungkin udah 17 tahun, perempuan pula, dateng nyari sponsor. Mereka pasti yang, “Wah, nih anak berani banget”. Padahal, biasanya anak 17 tahun laki-laki, gak banyak yang punya usaha segala macem. Ada yang bilang idenya jelek, ada yang bilang aku terlalu pede, ada yang bilang impiannya terlalu tinggi, tapi balik lagi adalah itu motivasi aku untuk terus. Silakan liat gue berkarya, judge dari apa yang udah gue bikin.

Aku jadi inget lagu, “Don’t believe me, just see…”

[tertawa] Don’t believe me, just watch…

Image credit: us.images.detik.com

Oh iyaa. Nah, sekarang aku mau nanya lebih ke Creativepreneur Event Creator. Apa insight yang melatarbelakangi Putri membuat bisnis ini?

Sebenarnya Creativepreneur Event Creator adalah event organizer yang berbeda dari yang lain. Kalau dilihat beberapa event organizer lain itu focus on promoting music, kesenian-kesenian luar, ya kan. Aku waktu mau bikin EO, aku mulai dari prom, birthday party. Aku lama-lama ngeliat there’s a gap in the market.

Baca juga: #ziliun21: Women Who Shape Indonesia Today

Gap apa? Banyak banget EO di Indonesia, di Jakarta especially, tapi belum ada yang EO yang fokus benar-benar focus on inspiring people. Belum ada EO yang bener-bener fokus meng-combine entertainment dan inspirasi secara balanced dan baik.

Akhirnya aku pengen bikin. Jadi, Creativepreneur Event Creator itu adalah sebuah EO yang sangat nasionalis. Jadi kita promote Indonesia. Basically we promote local talent. Kita pengen anak Indonesia muda sadar bahwa Indonesia punya banyak banget talenta, anak-anak muda yang sukses, yang belum orang-orang tahu. Jadi insight-nya lebih ke itu, membangun anak bangsa, dan memberikan warna baru di entertainment industry.

Jadi, no client ya?

We are the client, jadi kita cari sponsor dan lain-lain. Serunya adalah aku sempat pesimis, “Wah ini nih kayaknya gak ada yang dateng”. Tapi buktinya kita bikin Creativepreneur Corner udah dua kali, tiketnya sold out within 4 days. Yang dateng dari Tasikmalaya, Makassar, dari mana-mana. Jadi kita, “Oke, berarti mereka suka sama something yang different.”

Jadi inilah yang aku mau suguhkan, aku ingin mereka juga tahu bahwa kita adalah wadah anak-anak muda kreatif. Bayangkan ya, Creativepreneur Corner itu adalah event lokal outdoor yang dikemas secara world-class sebesar Indonesia. Ada art-nya juga dan segala macem, kita kemas secara world-class. Bisa kita bilang seperti itu.

Yang buat acara itu adalah anak-anak umur 17-25 tahun. Jadi, liat deh, anak-anak muda aja bisa ngapain. Lo harus pengen jadi contoh aja, bahwa lo bisa berkarya, berapapun umur lo.

Event-event Putri sendiri kan selalu menghadirkan entrepreneur kreatif. Apa sih bedanya entrepreneur biasa dan creativepreneur?

Ada dua definisi sih. Creative entrepreneur adalah entrepreneur yang ada di industri kreatif, atau bisa juga dibilang entrepreneur yang berpikir kreatif. Tapi entrepreneur apapun harusnya menjadi creative entrepreneur, yaitu entrepreneur yang bisa berpikir kreatif. Pada akhirnya, menurut aku entrepreneur adalah game changer.

Terakhir, apa pesan Putri untuk perempuan Indonesia yang ingin jadi pemimpin?

Simpel sih. Believe in yourself. Love yourself first. 🙂

Baca juga: Nila Tanzil, Literasi untuk Lentera Anak Bangsa

Header image credit: s3-us-west-1.amazonaws.com