Story

Diajeng Lestari, Menjadi Entrepreneur Tanpa Kubikel Gender

“Kenapa kita masih memarjinalkan perempuan padahal kita bisa buktikan dengan berkarya?” – Diajeng Lestari

Terlahir dari keluarga entrepreneur, sudah menjadi pemandangan biasa bagi Diajeng Lestari melihat jatuh bangun, tantangan, dan ketidakpastian dari menjadi seorang entrepreneur. Berangkat dari misi ingin mendekatkan diri kepada sang Pencipta, dan melihat kondisi market Indonesia yang merupakan market muslim terbesar, membuat Diajeng termotivasi mendirikan fashion e-commerce pertama untuk fesyen hijab.

Image credit: twitter.com/@DiajengLestari

Hijup.com sendiri sampai saat ini telah mewadahi puluhan local brand dengan support system yang memadai, memberikan pengalaman belanja online layaknya, yang dalam setahun sudah berhasil mencapai jutaan visitor baik lokal maupun mancanegara.

Sukses membangun Hijup.com, Diajeng pun tak jarang mendapatkan apresiasi dari startup-nya yang telah dirintisnya sejak 2011 lalu. Menurutnya, menjadi entrepreneur adalah panggilan jiwa. Apalagi saat ini entrepreneur sangat dibutuhkan buat memajukan Indonesia, mengingat jumlah entrepreneur di Indonesia masih di bawah 2%.

Baca juga: #ziliun17: Fashion Blogger Indonesia

Bagi Diajeng, entrepreneur bisa dilakukan siapa saja tanpa mengotak-ngotakkan gender. Kalau selama ini perempuan masih takut speak up dan berkarya, Diajeng menjawab: “Buktikan saja dengan berkarya.”

“Yang saya yakini, perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki. Istri Nabi Muhammad SAW, merupakan entrepreneur sukses pada masa itu, bayangkan pada 1400 tahun lalu sudah ada perempuan yang sukses sebagai entrepreneur. Masa kita di zaman yang lebih modern seperti sekarang malah “mundur” dengan stereotipe yang memarjinalkan perempuan?”

Baca juga: Dian Pelangi: Corak Fashion Tradisional Indonesia untuk Dunia

hijup.com

Buat Mbak Diajeng sendiri, perempuan dan laki-laki dalam konteks pemimpin punya peran masing-masing. Untuk perempuan sendiri mempunyai tantangan besar dalam menjalankan peran. Terutama dalam menyeimbangkan perannya dalam keluarga dengan pekerjaan. Harus bisa membagi peran tersebut dengan baik dan digunakan dengan berkualitas.

Seperti kata Mbak Diajeng di atas tadi, setiap orang bisa menjadi entrepreneur. Dan buat cewek-cewek di luar sana yang masih memarjinalkan diri sendiri, ini modal yang lo butuhin buat jadi entrepreneur:

“H.I.J.U.P. (Honest, Just do It, Unique, Pray)”, tutup Mbak Diajeng.

Baca juga: #ziliun17: E-commerce Fashion Populer di Indonesia

Header image credit: businessinsider.com