Featured

Bionics Masa Depan: Saatnya Orang Difabel Bisa Lari dan Menari

“In 1982, both of my legs were amputated due to tissue damage from frostbite, incurred during a mountain-climbing accident. At that time, I didn’t view my body as broken. I reasoned that a human being can never be “broken.” Technology is broken. Technology is inadequate. This simple but powerful idea was a call to arms, to advance technology for the elimination of my own disability, and ultimately, the disability of others.” – Hugh Herr

Hugh Herr, seorang researcher dan bionics designer, harus kehilangan dua kakinya gara-gara kecelakaan naik gunung. Karena si Hugh Herr ini pola pikirnya positif banget, dia percaya kalau kelumpuhan itu bukan berarti tubuhnya yang hancur, tapi simply karena teknologi belum bisa menyelesaikan masalah disabilitas yang dialaminya, dan dialami banyak orang.

Dari sini pun Hugh Herr mulai meneliti selama bertahun-tahun, gimana bikin bionics, dalam kasus Herr adalah kaki prostetik, yang bisa meningkatkan kualitas hidup orang-orang dengan disabilitas. Hugh Herr katanya pengen “bridge the gap between disability and ability, between human limitation and human potential”. Herr pun berhasil bikin kaki prostetik yang bikin dia bisa naik gunung lagi!

Herr gak berhenti sampe di situ. Dia juga pengen semua orang dengan disabilitas bisa kembali berfungsi normal. Menurut Herr, itu adalah bagian dari hak asasi. Tuna netra punya hak asasi untuk melihat wajah orang-orang terdekat mereka. Orang-orang yang lumpuh punya hak untuk bisa jalan dan menari. Hak asasi ini bisa tercapai, jika saja…

“As a society, we can achieve these human rights, if we accept the proposition that humans are not disabled. A person can never be broken.Our built environment, our technologies, are broken and disabled. We the people need not accept our limitations, but can transcend disability through technological innovation. Indeed, through fundamental advances in bionics in this century, we will set the technological foundation for an enhanced human experience, and we will end disability.”

Kalau masih belum percaya gimana dahsyatnya teknologi bisa mengubah hidup orang, mungkin bisa nonton video ini.

Baca juga: Dunia Disabilitas, Dunia Kita Juga

Header image credit: lesnumeriques.com