Story

Ami Raditya, Lulusan Hukum yang “Gatal” Ngebikin Media Game

Siapa yang pernah nyangka, kalau Ami Raditya, penggagas Game Master (majalah game pertama di Indonesia tahun 1997) yang udah malang melintang di dunia media dan game, ternyata lulusan hukum, sampe S2 pula!

Di The Backstage (04/07) kemarin sih, Mas Ami ngakunya, kuliah hukum ini sekadar karena hobi :p. Saat ini, Mas Ami memimpin tim editorial untuk duniaku.net, sebuah media online yang membahas game dan pop culture, yang didirikannya pada 2011.

“Kegatalan” untuk berkarya

Image credit: dok. Ziliun

Mas Ami sendiri udah sejak tahun 1997 memberanikan diri jadi kontributor khusus tulisan-tulisan terkait game. Awalnya, Mas Ami mengisi kolom game di majalah Mentari Putera Harapan, majalah anak-anak zaman dulu banget! Zaman itu, game lagi hits-hitsnya, tapi belum ada yang mengangkat game dengan serius. Kegatalan inilah yang bikin Ami jadi kontributor.

Kegatalan Mas Ami gak berhenti sampe di situ. Namanya mulai dikenal saat ngebikin majalah game pertama di Indonesia, Game Master, pada tahun 1997. Sejak saat itu, dimulai deh karir Mas Ami yang panjang dan k-o-m-p-r-e-h-e-n-s-i-f di bidang media game. Banyak banget media seperti 3D Magazine, Ultima Nation, Optima, Maxima, Ultima Next Generation, Anima Genki, Zigma, dan Omega di mana Mas Ami terlibat di dalamnya.

Baca juga: Gibran Huzaifah: Entrepreneur Harus Bisa Membuat Nol Jadi Satu

Keluar dari comfort zone

Beberapa dari majalah yang disebutkan di atas dipublikasikan oleh Mas Ami di bawah PT Dharma Bhakti Press, subsidiary dari grup Jawa Pos. Ya, selama kurang lebih 7 tahun, Mas Ami aktif menjadi media director di subsidiary tersebut. Mas Ami mengakui kalau kerja di bawah grup Jawa Pos adalah comfort zone tersendiri, karena dia gak perlu mikir harus dapet duit dari mana.

Walaupun betah di Jawa Pos, Mas Ami “gatal” lagi nih, untuk bikin media game sendiri, tapi dalam bentuk portal berita online. Itulah yang kemudian mendorongnya untuk bikin duniaku.net, sebuah media online, bukan media cetak. Alasannya simpel, karena berita terbaru lebih cepat di-update lewat website. Mas Ami lalu memutuskan resign, untuk fokus di duniaku.net, atau dengan kata lain, keluar dari comfort zone.

Baca juga: Ketika Software Engineer Amazon Mengabdi di Sukabumi

Mulai dari purpose.

Image credit: webwiki.com

Melalui duniaku.net, Mas Ami ingin turut berkontribusi untuk mengangkat industri game di Indonesia. Menurut Mas Ami, stakeholder yang ada di industri game Indonesia kurang terhubung satu sama lain. Contoh paling simpel, game developer sama game publisher gak terkoneksi. Akhirnya, game developer berusaha bikin game untuk di-publish ke luar, dan game publisher malah bawa game dari luar untuk di-publish ke dalam. Gak nyambung dong, jadinya? Di sinilah duniaku.net ingin menjadi media penghubung yang juga bisa membangun industri game di Indonesia.

Saat pertama kali membangun duniaku.net, Mas Ami butuh partner, karena strength-nya ada di konten dan editorial. Mas Ami kemudian ketemu nih, sama Mas Robby Baskoro. Mas Ami ngerjain konten, dan Mas Robby ngerjain website. Mas Ami sendiri percaya kalau kita gak bisa mengisi semua bagian sendiri, makanya harus punya partner yang punya kemampuan berbeda, tapi yang juga percaya dengan visi misi kita.

Apa sih kesulitan paling besar dalam membangun duniaku.net? Kata Mas Ami, paling sulit membuat teman-teman kerja percaya dengan visi kita.

Tapi, Mas Ami juga percaya kalau di mana ada usaha, di situ ada jalan. When there is a will, there is a way. Kita cuma harus terus berusaha mencari orang yang juga percaya dengan visi kita.

Baca juga: Achmad Zaky: Anak Muda Harus Punya Ambisi Besar!

Header image credit: wikpedia.org