Insight

5 Kunci Membangun Grassroot Movement di Kota

“A city is more than a place in space, it is a drama in time” ― Patrick Geddes

Penduduk di kota-kota besar yang mendunia seperti London, Paris, atau New York mungkin bangga banget dengan kotanya. Tapi, gimana dengan kota-kota kecil yang ga pernah kedengeran namanya? Apakah penduduknya punya sense of pride terhadap kotanya?

Kota Reno, Nevada, Amerika Serikat punya imej yang sangat buruk di mata masyarakat negaranya. Reno sering menjadi cultural reference yang buruk di serial-serial televisi di Amerika, sehingga dikenal sebagai kota yang totally sucks di mana prostitusi dan narkoba bahkan legal (padahal kenyataannya gak begitu). Lalu, sekelompok volunteer berusaha mendorong gerakan yang mengubah branding dari kota Reno agar lebih positif di mata penduduknya sendiri dan di mata penduduk Amerika. Melalui situs biggestlittlecity.org dan social media, para relawan menggerakkan komunitas-komunitas di Reno untuk berbagi cerita tentang keindahan kota mereka.

Di video berikut, tim yang menginisiasi gerakan Biggest Little City bercerita tentang lima ingredient yang menjadi kunci mereka membangun grassroot movement ini. Siapa tahu bisa diimplementasikan di kota kita masing-masing di Indonesia!


Baca juga: Coming (Hopefully) Soon, Smart City

Header image credit: en.wikipedia.org