Insight

3 Hashtag Women Empowerment Paling Happening di Socmed

Kalau mau bikin social movement yang viral, pastinya butuh banget tuh tools yang bisa menyebar informasi secara cepat biar orang-orang bisa ikut gabung. Baik dukungan, aksi, bahkan kritikan. Yap, apalagi namanya kalau bukan Social Media. Sudah murah, all in one, dan gampang pula. Makanya engga sedikit aktivis yang menggunakan socmed sebagai alat untuk menyebar gerakan mereka, terutama dengan memberi tanda pagar (#hashtag) buat nandain campaign name mereka. Di month of female leaders ini, Ziliun pengen ngebahas 3 hashtag paling happening tentang women empowerment. Apa aja, sih?

#MakeTheRules

Sebenernya hashtag ini dikeluarkan untuk merilis film pendek Nike berjudul “Voice” yang didedikasikan kepada atlet perempuan atas perjalanan mereka yang penuh dengan passion, komitmen, dan kekuatan. Ternyata peluncuran film ini punya impact yang besar banget, khususnya suara atlet wanita dalam ngerangkul cewek-cewek yang punya semangat olahraga, tapi masih terkekang oleh stigma diskriminasi gender dalam olahraga. Just break the rules and make your own rules.

Baca juga: Be Our Contributor This April!

Image credit: healthyhappierbear.com
#HeForShe

Berbeda dengan kampanye women empowerment lainnya, #HeForShe punya tujuan kalau kita pengen mencapai kesetaraan gender ya, baik cewe maupun cowo harus sama-sama jalan bersama. Singkatnya, cowok juga harus ngehargain kontribusi cewek dalam lingkungan sosial. Emma Watson, yang menjadi brand ambassador gerakan ini, udah berhasil membuat dua ratus ribu lebih cowok di dunia–dari mulai artis sampai pejabat–untuk stand up and establish solidarity for gender equality.

Image credit: guestofaguest.com
#BanBossy

Walaupun sempat dikecam karena istilah bossy yang digunakan dianggap seronok, suara #BanBossy masih tetap bergaung di Socmed. Gimana enggak, gerakan ini dapet dukungan penuh dari Beyonce dan juga bergandengan dengan Lean In, organisasi wanita besutan Sheryl Sandberg.

#BanBossy berawal dari adanya perhatian khusus bagi anak-anak cewe yang masih pada minder buat speak up, dan malu buat jadi pemimpi,  karena takut dianggap bossy (atau agresif) terus akhirnya dikucilkan. Udah jelas kalau kampanye ini pengen ngilangin kata bossy dalam kamus leadership, terutama female leadership. Sheryl Sandberg pernah bilang “Leadership is not bullying and leadership is not aggression, It is all about the expectation that you can use your voice for good. That you can make the world a better place.”

Image credit: pbs.twimg.com
 
Dari 3 hashtag yang bisa mengubah dunia melalui pemberdayaan wanita di atas, bisa disimpulkan kalau lo, terutama cewek, ga usah takut buat ekspresiin diri lo. Being able to express yourself is what makes you human, not what makes you a girl, kok!

Baca juga: Work Hard, Learn Hard, Try Hard

Header image credit: media.licdn.com