Featured

6 Riset Yang Terbukti Ampuh Dalam Membangun Dan Mengelola Sebuah Kerja Sama Tim

Menjalin sebuah kolaborasi itu sangat penting. Hal pertama yang harus kita lakukan, tentunya adalah membangun sebuah tim. Di dalam tim itu, kita juga mesti punya suatu hubungan yang baik supaya proses kerja yang ada bisa mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan. Maka dari itu, kita nggak cuma membangun tim yang berisi sekelompok orang saja, tapi juga harus membuat itu sebagai sebuah tim solid nan hebat.

Yap. Perlu ditekankan lagi bahwa membangun sebuah tim hebat merupakan hal paling penting dan bukan suatu hal yang harus dilebih-lebihkan. Karena, itu pastinya menyangkut kualitas yang ada di sebuah tim tersebut. Semakin tim itu hebat, semakin berkualitas pula hasil akhir pekerjaan yang dihasilkan.

“Rumus” Membangun Tim
Permasalahnya adalah banyak orang yang masih tidak bisa menemukan formula yang tepat. Pada akhirnya, malah membawa tim tersebut ke jalan yang sesat. Beruntungnya, sekarang banyak banget riset akademik yang berkaitan dengan budaya di sebuah tim. Hal ini bisa sangat berguna dalam mencipta dan memotivasi agar membuat tim yang sempurna.

Nah, dari sekian banyak riset akademik yang berbicara tentang bagaimana membuat sebuah tim menjadi hebat, berikut ini ada enam riset yang bisa kamu baca dan pahami untuk memastikan tim kamu sudah siap dengan kesuksesan.

1. “Does Team Building Work?” oleh  The Small Group Research
Jurnal ini menganalisis 103 studi yang dibuat antara 1950 dan 2007 yang mempelajari tentang efektivitas team building. Riset tersebut berkesimpulan bahwa aktivitas team building itu berdampak positif, asalkan dibentuk secara naluri dan alami untuk menghindari situasi invasif (merasa asing), canggung, atau bahkan terpaksa.

2. “How to Manage Virtual Teams” oleh Frank Siebdrat, Martin Hoegl and Holger Ernst
Tim yang bekerja secara jarak jauh (remote) faktanya bisa memiliki performa lebih baik daripada yang bekerja secara langsung dalam satu kantor. Namun, tentunya dengan beberapa kondisi spesifik, yang dibahas lengkap dalam riset ini.

3. “The Brainstorming Myth” oleh Adrian Furnham
Tak seperti yang dikira banyak orang, melakukan brainstorming atau pencarian ide dengan bertemu langsung itu mungkin justru membatasi hasil dari brainstorming tersebut. Hal ini lah yang diungkap secara dalam oleh hasil riset ini.

4. “Do you see what I see? The effect of members’ cognitive styles on team processes and errors in task execution” oleh Ishani Aggarwal
Sebuah tim akan sangat terbantu jika ada seseorang yang memiliki kemampuan berpikir secara analisis di dalamnya. Menurut riset ini, seorang pemikir analis mampu mengimbangi seorang yang berpikir secara garis besar/strategis.

5. “Psychology At The End of The World” by Ron Roberts
Tim yang membentuk “micro cultures” ternyata bisa berdampak negatif pada tim itu sendiri. Riset yang dilakukan di antartika ini, menunjukkan bahwa secara natural anggota tim yang memiliki sifat yang sama atau bekerja dalam satu bagian/departemen akan membentuk “micro cultures” sendiri, yang kemungkinan atas efek negatifnya dibahas dalam riset ini.

6. “Evidence for a Collective Intelligence Factor in the Performance of Human Groups” by Anita Williams Woolley
Mungkin terdengar sepele, namun kemampuan untuk membaca kondisi emosional dari tim sangat berpengaruh dalam keberhasilan suatu tim. Riset ini menjabarkan hal tersebut dengan istilah “social sensitivity”, yang artinya kemampuan sebuah tim dalam membaca apakah anggota tim lain sedang stres, sibuk, kebingungan atau pun yang lain.

Jadi, selamat membaca keenam hasil riset tersebut untuk membangun tim kalian yang sukses!