Insight

6 Checklist Before Launch Your Startup

Ibarat lari marathon, membangun sebuah startup pasti butuh persiapan sebelum kita langsung lari. Mulai dari ide, validasi, prototype, beta version, hingga go to market strategy udah dibahas Ziliun di artikel-artikel sebelumnya. Sekarang adalah waktunya untuk launch! Eits, jangan asal launch aja ya. Pastikan bahwa lo udah ngelakuin 6 checklist di bawah ini menurut Inc.com!

  1. Kumpulkan Semua Kontak

Gabungkan semua kontak dari mobile maupun email, baik itu mitra kerja, teman, saudara, dsb. Buat data kontak pake sistem CRM (Customer Relationship Management) menggunakan Zoho, Insightly, Salesforce, atau aplikasi sejenis lainnya. Setelah udah listed, pilih beberapa kontak diantaranya yang menurut lo sanggup jadi influencer atau user yang bakal berpengaruh sama startup yang lo buat.

  1. Sign-up Form Pada Website

Cara ini mungkin udah dilakukan pas lagi bikin a killer landing page di artikel sebelumnya. Formulir ini fungsinya bakal jadi database sama orang-orang yang punya ketertarikan dengan produk yang bakal launching. Sekaligus orang-orang yang udah sign up, bisa jadi bakal dapat fasilitas bisa menikmati beta version lebih duluan kalo lo menghendakinya. Jangan sia-siakan momen ini dengan cara memonitor siapa saja yang sign up dan kirim balasan ucapan terima kasih melalui email secara otomatis.

Baca juga: Konsep Business Model Canvas a la Startup Founder

  1. Kuasai Konten

Konten yang dikelola dengan baik, akan mempermudah SEO pada keywords. Kuncinya ada pada ditawarkannya konten yang berkualitas serta memuat informasi yang dibutuhkan oleh user. Konten yang update akan menarik perhatian pelanggan karena merasa produk yang dijual lebih trusted. Dengan memperluas sudut pandang, sebenernya banyak banget yang bisa ditambahkan pada konten, lho. Gak melulu konten cuma berisi hal-hal yang berkaitan sama produk doang. Yang ada malah user bosen dan jadi gak minat lagi. Perluasan topik contohnya tentang tips & trik, news tentang industri terkait, how-to’s, fun quips, dan masih banyak lagi. Jangan lupa kalo konten udah di update, langsung post via sosial media (Facebook, Twitter, dll) supaya jangkauannya bakal lebih luas.

  1. Email Marketing

Dari list kontak yang udah ada / database CRM, lo bisa pre-launch via email. Ceritakan tentang fokus inti startup lo, dan tujuannya gimana di dalam email tersebut. Sebisa mungkin isinya dibahasakan secara personal supaya gak dikira spam karena terlalu promosi.

Baca juga: Bikin StartUp dengan Konsep ATM

  1. List your Biz

Dapet backlink buat web yang udah dibuat bisa jadi suatu hal yang baik buat startup lo. Get your startup to be listed in directories. DMOZ, Yahoo Directory, atau The Best adalah beberapa diantaranya. Atau, kalo beta version dari produk lo udah jadi, masukin aja di Betalist.

  1. Track, track, and track

Dari kelima proses sebelumnya, pastikan bahwa lo selalu pantau gimana progressnya. Google Analytics akan sangat membantu buat mengetahui traffic, region, serta konten mana yang paling populer dan disukai oleh target market. Postingan yang dishare di Facebook atau LinkedIn, dapat di-cek engangement rates nya untuk melihat apa saja yang di klik, share, dan like. Cek juga email marketing metrics buat tahu perkembangannya sejauh apa user menerima respon. Jika ternyata ada yang belum respon, cobalah reach mereka untuk kedua kalinya.

Baca juga: Go to Market Strategy (GTMS): Pertimbangkan Ini dalam Memilih Channel