Insight

3 Tips dari Marshall Utoyo tentang Memilih Co-founder

“Orang yang gampang pindah kerjaan karena gaji lebih gede emang gak patut buat jadi partner kita,” Marshall Utoyo.

Bagi yang belum tahu, Marshall Utoyo, pembicara The Backstage Jumat (11/09) lalu, itu punya lebih dari satu perusahaan. Selain fabelio.com, Marshall juga yang mendirikan salah satu coworking space paling hits di Jakarta, Conclave, dan FASA, sebuah design house untuk furniture. Gila, makan apa ya?

Namun, Marshall sendiri mengaku kalau fokusnya saat ini di Fabelio.com, sementara di perusahaan yang lain, dia cuma jadi komisaris.

“Bukan gak mungkin ngurus lebih dari satu startup. Tapi kayak punya bayi aja. Kalau punya bayi tiga, tapi gak punya bini, pembantu, apalagi gak punya rumah atau kantor, gak tidur dong lo tiap hari,” kata Marshall.

Intinya, Marshall lebih menyarankan kita-kita yang mau bikin startup untuk fokus, apalagi kalau belum punya co-founder dan harus ngurusin semua sendiri

Nah, terus gimana dong biar bisa punya co-founder, apalagi ketemu co-founder yang tepat? Ini kata Marshall:

The Backstage (11/09) di SBM ITB
The Backstage (11/09) di SBM ITB

It’s not about money

“Orang yang trusted bukan orang yang lo bisa beli dengan uang, tapi yang bener-bener bisa dan mau kerja bareng lo tanpa iming-iming.”

Ya, Marshall yang udah banyak pengalaman ngasih tahu kita, kalau co-founder yang bener pasti tujuan utamanya bukan uang. Jadi kalau pas lo tawarin jadi co-founder, pikirannya udah uang, mending jangan deh.

“Orang yang gampang pindah kerjaan karena gaji lebih gede emang gak patut buat jadi partner kita,” tambah Marshall.

Terus, kalau bukan tentang uang, tentang apa dong?

It’s about vision

“Mending gak punya co-founder daripada ada co-founder tapi visi, misi, dan goals-nya beda. Bakal ribet ntar.”

Ya, nyari co-founder itu yang penting tentang visi. Kalau visinya gak sama, susah ke depannya untuk jalanin jatuh-bangun sama-sama. Selama ini Marshall bisa ngebangun perusahaan-perusahaannya dengan baik, karena dia selalu memilih co-founder yang visinya sama, jadi saat perusahaannya jatuh bangun, co-founder-nya selalu ada. His co-founders are his heroes.

It’s about focus and determination

Nyari co-founder buat bisnis itu kayak nyari pasangan hidup, gak bisa setengah-setengah.”

Ada yang pernah bilang nyari co-founder itu lebih susah daripada nyari jodoh (nyari jodoh aja udah susah :o). Makanya gak bisa asal dan setengah-setengah. Lihat orang ini kayaknya jago, atau misalnya udah temen deket dari dulu, langsung diajak jadi co-founder. Harus ada fokus dan determinasi dari kita buat nyari co-founder yang bener, dan co-founder yang akhirnya kita pilih harus orang yang fokus dan determinant juga untuk ikut jalanin startup ini bareng kita.

Baca juga: Marshall Utoyo: Kalau Mau Leha-leha, Ya Kerja di Tempat yang Bisa Leha-leha