Insight

Prediksi 10 Pekerjaan yang Akan Hilang Dalam 10 Tahun

“Apa Benar Robot Bisa Menggantikan Pekerjaan Manusia?”

Pertanyaan itu sering kali kita dengar dalam diskusi terkait teknologi di masa sekarang. Dengan pesatnya perkembangan AI, IoT, dan robot, pertanyaan ini menjadi perwujudan bentuk kekhawatiran orang-orang dalam menghadapi masa depan.

Jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah: Ya, tentu saja teknologi akan menggantikan tenaga kerja manusia.

Lebih detailnya lagi, sekitar 800 juta pekerjaan akan diambil alih oleh teknologi. Pertanyaan yang lebih penting lagi adalah jenis pekerjaan apa saja yang akan tersingkirkan oleh teknologi?

Berikut 10 pekerjaan yang akan tergantikan oleh teknologi.

Kasir

Dulu pekerjaan kasir merupakan salah satu pekerjaan dimana orang dengan tingkat pendidikan SMA/SMP bisa mengambil pekerjaan tersebut dan menghasilkan uang. Namun, dengan munculnya “cashier less store”, buatan Amazon dan Alibaba, maka sebentar lagi pekerjaan kasir akan menjadi salah satu pekerjaan yang akan hilang.

Teller bank

Menurut CNBC, kebanyakan pekerjaan bank telah diambil alih oleh teknologi. Dari penggunaan ATM hingga penggunaan mobile banking, bank merupakan salah satu industri yang sangat cepat dalam mengimplementasikan teknologi ke dalam sistemnya. CBNC mengatakan bahwa tidak lama lagi, AI bisa menjadi bank teller dan bisa mengambil alih pekerjaan untuk membuka rekening, menjadi customer service, dan bagian lainnya.

Pekerja Konstruksi

Saat ini, pekerjaan konstruksi pun sudah mulai digantikan oleh robot. Menurut technology review, ada robot bernama semi-automated mason (kerap kali dipanggil SAM) yang pekerjaannya adalah menyusun batu bata. Menariknya, dibandingkan rata-rata manusia yang bisa menyusun 300 hingga 500 batu bata dalam sehari, SAM bisa menyusun hingga 1200 batu bata setiap harinya. Empat kali lebih banyak daripada rata-rata pekerjaan manusia.

SAM masih harus bekerja sama dengan manusia dalam membangun bagian bangunan yang membutuhkan “sentuhan halus”. Namun secara perlahan pekerjaan konstruksi akan dimasuki oleh robot yang lebih rapi ketimbang oleh manusia.

Analis Finansial

Salah satu pekerjaan yang dianggap aman, analis finansial, ternyata terancam juga akan diambil pekerjaannya oleh robot. Pekerjaan analis finansial adalah harus bisa memprediksi trend yang akan berkembang dan berusaha untuk membuat arahan dan strategi untuk bank atau perusahaan. Namun dengan munculnya software analis finansial dan machine learning, maka pekerjaan finansial analis merupakan pekerjaan yang akan terancam besar untuk hilang dan diambil oleh teknologi.

Manajer Inventaris

Selain kasir, perkembangan teknologi juga bisa mengancam pekerjaan retail seperti manajer inventaris dan karyawan industri retail. Salah satu contoh teknologi tersebut adalah Tally, sebuah robot yang bisa mengatur dan menjaga barang barang di dalam rak-rak supermarket. Dibandingkan manusia, robot Tally tidak membutuhkan gaji, makan, atau tidur. Industri retail akan menghemat pengeluaran jutaan dollar dari penggunaan robot Tally.

Petani dan Peternak

Pekerjaan petani yang dulu dikerjakan oleh manusia, sekarang juga sudah mengalami banyak disruption yang semakin lama semakin terlihat jelas. Di Jerman, salah satu peternak sapi membuat sebuah sistem yang bisa memerah susu sapi tanpa harus adanya campur tangan manusia. Ada juga robot di Amerika yang bisa membantu para petani untuk memetik rumput liar, memetik apel, dan lain-lain. Lama kelamaan, industri pertanian akan lebih banyak mempekerjakan robot sebagai tenaga kerja utama mereka.

Supir taksi

Dengan naiknya pengembangan autonomous vehicle, maka jelas semakin lama robot akan menjadi supir bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Namun bayangkan jika sistem tersebut diterapkan dalam kendaraan umum. Biaya kendaraan umum seperti taksi akan jauh menjadi lebih murah. Namun konsekuensinya, pekerjaan manusia sebagai supir taksi akan termakan oleh kemajuan teknologi.

Pekerja Manufaktur

Dalam pekerjaan manufaktur, banyak tenaga kerja yang digunakan untuk membuat sebuah produk dan memenuhi permintaan yang bisa mencapai jutaan unit. Tentu saja perlu ada tenaga kerja yang murah dan banyak untuk memenuhi permintaan tersebut. Robot merupakan solusi paling mutakhir untuk menjawab pertanyaan itu. Contohnya sudah terlihat dengan sebuah perusahaan Cina bernama Foxconn, vendor yang memproduksi produk Apple.

Foxconn merupakan salah satu perusahaan yang kontroversial akibat bagaimana mereka memperlakukan pekerjanya. Setelah mereka melihat sebuah potensi untuk pekerja robot, mereka mengganti 60 ribu pekerja mereka dengan robot.

Jurnalis

Dalam pekerjaan jurnalis, dibutuhkan keterampilan untuk merangkai berita dan menyampaikan fakta secara jelas dan akurat hingga bisa menyampaikan kepada para pembaca dengan cepat.

Di era digital ini informasi di internet sangat berubah dengan cepat, hingga jurnalis harus bisa mengikuti kecepatan tersebut. Namun, jurnalis akan terancam digantikan oleh robot yang bisa menulis dengan kecepatan yang melebihi kecepatan dari manusia. Menurut The Verge, sudah ada sekitar 3.000 artikel yang telah ditulis oleh AI. Tidak lama lagi jurnalis robot yang pertama akan segera beredar dan membuat pekerjaan jurnalis menjadi terautomasi.

Aktor

Pekerjaan aktor merupakan salah satu pekerjaan yang tidak kalian sangka akan digantikan oleh teknologi. Namun, ada beberapa indikasi bahwa pekerjaan ini bisa tergantikan oleh AI atau robot. Memang, teknologi tidak akan menggantikan aktor secara keseluruhan, namun bisa menjadi pelengkap dalam dunia perfilman.

Dengan adanya teknologi CGI, maka aktor yang telah pensiun atau meninggal bisa kembali berakting bersama para pemain dengan wajah yang muda. Ini dibuktikan dengan adanya film Rogue One, sebuah film yang menggunakan CGI dan berhasil menghidupkan kembali Grand Moff Tarkin. Ini menunjukkan aktor baru yang akan masuk ke dalam dunia hiburan akan semakin susah akibat aktor-aktor lama akan mempunyai jangka waktu hidup yang lebih lama sebagai seorang aktor.

Bagaimana Dengan Nasib Para Pekerja yang Tergantikan Oleh Robot?

Banyak “pekerjaan rumah” yang harus dilakukan oleh para pemain di industri, pemerintahan, dan kooperasi dari tenaga kerja itu sendiri.

Pekerjaan di bidang kesehatan, kreatif, teknologi, dan bidang lain yang membutuhkan pengambilan keputusan akan bertahan. Sehingga banyak tenaga kerja yang harus dilatih kembali untuk memasuki industri tersebut.

Namun yang lebih terpenting lagi, kita harus bisa melihat bahwa kemajuan teknologi adalah sebuah manfaat yang kita bisa petik untuk membuat umat manusia lebih maju. Dengan adanya teknologi, maka manusia bisa lebih merealisasikan lebih banyak pencapaian di masa depan dan juga bisa mengambil pekerjaan yang lebih bermakna dibandingkan yang berulang saja.