Insight

Personal Phylosophy: Mantra Ajaib yang Bisa Usir Rasa Khawatir Kita

Masih soal FOPO alias fear of others’ opinion. Kali ini Ziliun mau bahas lebih dalam soal cara mengatasi rasa khawatir terhadap pendapat orang lain. Bagi yang belum paham apa itu FOPO, bisa baca dulu artikel Ziliun yang ini ya.

Menurut Michael Gervais dalam Harvard Business Review, kalau kita benar-benar mau menaklukan FOPO, kita harus lebih meningkatkan self awareness. Menurut Michael, sebagian besar orang mengenali dirinya sendiri hanya sebatas hal-hal yang umum. Padahal jika kita ingin maju, kita perlu mengembangkan perasaan yang lebih dalam tentang siapa diri kita.

Hmm “memahami diri sendiri” kedengarannya memang gampang, tapi saat ngejalaninnya emang enggak semudah yang dibayangkan. Tapi ada kok cara sederhana yang bisa kita lakukan. Caranya, kita harus punya yang namanya  personal phylosophy. Sederhananya, personal phylosophy adalah kata atau frasa yang mengekspresikan kepercayaan dan nilai-nilai dasar yang ada pada diri kita. 

Misalnya personal phylosophy milik pelatih sepak bola asal Amerika, Pete Caroll. Ia selalu mengucapkan personal phylosophynya  yaitu “always compete” alias selalu bersaing. Bagi Caroll, selalu bersaing berarti menghabiskan hari dengan bekerja keras untuk menjadi lebih baik. 

Personal philosophy bukan sekedar omong kosong atau slogan, melainkan bisa jadi kompas kita yang menuntun tindakan, pikiran, bahkan keputusan kita. 

Gimana caranya menemukan personal phylosophy kita? Coba kita pertanyakan kepada diri kita serangkaian pertanyaan ini:

Ketika kita berusaha sebaik mungkin, keyakinan apa yang ada di dalam pikiran dan tindakan kita?

Siapa orang yang bisa menunjukkan karakter dan kualitas diri kita?

Apa kutipan favorit kita? Kata-kata favorit kita?

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, lingkari kata-kata yang menonjol bagi kita dan coret yang tidak. Seteah itu, coba buat frasa atau kalimat dari kata-kata tersebut dan yang sesuai dengan diri kita sebenarnya dan menggambarkan bagaimana kita ingin menjalani hidup kita. 

Setelah kita temuan personal phylosophy kita, coba share sama orang-orang terdekat kita. Minta masukan, dan sempurnakan. Abis itu tinggal kita simpan baik-baik di memori kita dan ingat-ingat kalimat itu setiap kali kita merasa khawatir atau cemas.