Featured, Opinion

Resolusi Tahun Baru, Penting Gak Sih?

“Character is the ability to carry out a good resolution long after the excitement of the moment has passed.”

Sebentar lagi mau tahun baru 2015, gak kerasa banget udah setahun lewat sejak dulu kita–ehem–bikin resolusi. Kalau ngelihat ke belakang, ada orang-orang yang resolusi dan targetnya udah tercapai, tapi berani taruhan pasti jauh lebih banyak yang merasa gak mencapai apa-apa selama satu tahun ini, dan bahkan lupa resolusi apa yang waktu itu dibikin.

Kalau udah kayak gini, sama aja gak sih namanya dengan PHP-in diri sendiri? Udah semangat-semangatnya bikin target, dari yang simpel kayak pengen turunin berat badan sampai mau buka bisnis sendiri, tapi ujung-ujungnya hangat-hangat tahi ayam juga, alias cuma semangat di awalnya, lalu kehilangan motivasi dan akhirnya menjalani hari apa adanya juga.

Image credit: humansareweird.wordpress.com

Tapi, gak semua orang kayak gitu. Ada juga orang-orang yang kelihatannya kok sepanjang tahun ada progress terus, ya? Kalau pikiran-pikiran skeptis sih pasti ngomong, “Ah, itu memang dasarnya mereka pinter aja” atau “Ah, si A sih gaul, bokapnya tajir dan banyak koneksi”. Ucapan-ucapan kayak gini yang menandakan kalau pikiran kita sempit dan kita gak akan maju-maju.

Baca juga: Mimpi Anak Pemulung

Let me tell you a secret. Orang-orang yang sangat progresif belum tentu punya resolusi tahunan, kok. Mereka simply sadar bahwa mereka gak boleh menghabiskan terlalu banyak waktu untuk hal-hal yang gak bermanfaat dan gak produktif, lalu biasanya punya beberapa tujuan besar yang selalu mereka ingin capai.

Gampangnya gini, kalau orang-orang berpikiran maju, bikin resolusi gak perlu di awal dan akhir tahun, karena sepanjang hidup, mereka selalu berusaha mengevaluasi dan memperbaharui visi dan misi mereka. Mungkin di awal tahun mereka bikin target, tapi kalau di pertengahan tahun ternyata hal yang diharapkan gak sesuai ekspektasi, mereka bakal cari cara lain untuk mencapai target, atau mungkin cari resolusi baru. Tujuannya satu, gimana biar stay significant dan tetap bermanfaat: how to live up to their potential.

Baca juga: Beda Belum Tentu Lebih Baik, Kenapa Harus Anti-Mainstream

Jadi sebenarnya, penyebab sukses gaknya kita dalam mencapai resolusi bukanlah tentang resolusinya (apakah realistis atau gak), resources-nya (uang, koneksi, skill), atau motivasinya (ada yang teman-teman dan keluarganya mendukung, ada yang gak), tapi lebih kepada mindset progresif yang ada di pikiran kita tiap hari, bahwa apapun yang terjadi, kita harus selalu maju dan jangan sampai jadi mediocre.

Kalau mindset-nya udah bener, gak terlalu perlulah yang namanya resolusi-resolusi itu. Paling cuma buat keren-kerenan di-post di social media pas tanggal 1 Januari, kan? Kalau setiap hari kita selalu bangun pagi dengan satu misi, yaitu untuk terus memanfaatkan potensi kita semaksimal mungkin dan jadi bermanfaat, new year resolution is irrelevant. Karena kita udah tinggal percaya dan bergantung sama diri kita sendiri.

Jadi, tahun baru 2015, mending #RombakPolaPikir aja, yuk?

Baca juga: Jangan Terlalu Gampang Kagum

Header image credit: gratisography.com