Story

Sukses Itu Dimulai Dari Gagal

Kedengarannya sih emang pesimis banget. Tapi statistik menurut Danton Prabawanto barusan itu menyatakan dengan tegas: 90% startup itu pasti gagal. Bukannya nakut-nakutin atau gimana. Justru itu mecut kita supaya ulet dan terus berusaha sampai berhasil.

“Kemungkinan bisnis itu bisa berhasil hanya 10%, jadi jangan berpikir kalau kita tidak boleh gagal.”

Danton yang besar di Jember ini dulu sering nulis di blognya bahwa sukses itu harus sakit hati dulu.

“Bisnis gagal itu emang secara statistik lebih besar daripada yang berhasil. Tapi yang ngga boleh gagal itu orangnya, ya kita sendiri ini. Karena ukuran gagal itu bukannya jatuh. Gagal itu kalau sudah pernah jatuh dan nggak mau bangkit dan berubah serta belajar jadi lebih baik.”

Danton adalah salah satu contoh pengusaha tahan banting yang sampai sekarang udah nggak kehitung berapa kali perusahaannya gagal, tutup, sampai bikin baru. Sebelum ia sukses membangun perusahaan jasa hosting dan website, Danton sudah mencoba berbagai hal. Dan gagal berkali-kali. Tapi doi ngga malu tuh ngaku pernah gagal berkali-kali.

Hingga suatu waktu dalam sebuah kegagalannya, Danton mutusin untuk balik ke kampung halaman. Ia juga resign setelah empat tahun bikin orangtuanya bangga dengan jadi karyawan. Demi ngejar cita-cita jadi pengusaha, meski keputusan itu bikin sang ibunda nangis 3 hari 3 malem, katanya. *lebai*

Menurut Danton, memang kalau gagal itu rasanya semua hal jadi gelap sampe rasanya mau bunuh diri. Kayak balik ke ketidakmampuan, titik nol. Meskipun begitu, ia tetep ingin ngelanjutin hidup dengan total, 100%. Dan ketika itu, satu-satunya pilihan adalah dengan memulai lagi usahanya. Mulai dengan usaha yang kecil, sedikit-sedikit tapi tekun.

“Kalau kita setia pada perkara yang kecil, kita bisa dipercaya dalam perkara yang besar.”

Setia pada perkara kecil. Dalem abis. Kultur kayak gini sih yang bikin Danton cepet bangkit lagi. Jadi saat ia gagal, masih banyak orang yang mau gabung usaha bareng dengannya. Lagi-lagi yang gagal itu konten bisnisnya. Bukan kitanya. The real business? Us!

Butuh dua bulan bagi Danton untuk bangkit dan ketemu titik terang dengan mengelola manajemen SPBU. Berkat kepercayaan orangtua dan kesediaan temen-temennya untuk invest, Danton bangkit.

“Pertama itu ya lakukan dulu. Yang kedua, jangan menganggap bisnis itu yang penting produknya. Bisnis itu yang penting ya kita sebagai orang yang menjalankannya. Menjalankan bisnis harus 100%, karena kalaupun bisnisnya gagal, orangnya nggak boleh ikutan gagal.”

Dengerin tuh, buat yang baru mulai dan ngerasa pede, jangan pikir lo ngga akan gagal ya. Karena gagal itu awalnya sukses, bukan cuma sekadar slogan di buku tulis AA.