Story

Pakarnya Koar-koar Ekosistem Startup Teknologi

Nah, pakar-pakar hebat ini banyak yang berkoar-koar tentang ekosistem startup teknologi di Indonesia. Berteriak mengeluh payahnya infrastruktur yang ada. Mulai dari koneksi internet yang pelan, kurangnya dukungan pemerintah, hingga kritikan mental tempe pemuda-pemudi yang mungkin aja baru mengenal istilah “berani bermimpi.”

Yang saya paling salut dari para pakar ini adalah konsistensi semangat mereka dalam mengeluh serta mengkritik mengenai ketidaksiapan ekosistem yang ada, tanpa menggunakan otak mereka untuk setidaknya berpikir apa yang bisa mereka lakukan.

Kalau sudah tau banyak generasi penerus bangsa ini terinspirasi jadi PNS, yah coba dong masbro mikirin bisa bantu di sebelah mana. Agar lebih banyak anak muda terdorong menjadi seorang wirausaha. Biar bisa jadi kayak masbro yang maha hebat.

Tapi kejadiannya adalah lebih banyak pakar setengah dewa ini bisanya mengadakan kontes business plan ataupun kontes pitching ide. Saya yakin mereka terinspirasi Indonesian Idol. Yah ngga salah juga sih. Tapi habis itu ngga usah teriak-teriak masalah ekosistem belum ada atau belum siap, kalau masbro cuma bisa kontes idol-idolan. Sekalian bikin dolan-dolanan aja gimana?

Maksudnya gini loh. Sekedar contoh aja. Ada satu teman saya yang sangat ngga suka dengan sinetron. Daripada hanya mencibir di Twitter dan berharap di-RT follower imajiner, teman saya itu ke sana kemari mengadakan workshop ngajarin cara bikin video agak bagusan di YouTube. Gratis pula workshop-nya.

Kalau menurut saya ya, startup negeri ini ngga butuh pendanaan. Belum siap. Yang lebih perlu adalah membenahi mental dan cara pandang terlebih dulu. Bagaimana membangun startup dengan tujuan yang benar dan memberikan value buat orang lain, bukan buat cari dana kayak orang gajian.

Sekian dulu. Berikutnya saya akan bahas mengenai tujuan itu tadi. Sabar ya bro and sis.

Tulisan ini adalah pendapat pribadi. Silakan tersinggung buat yang ngerasa. Ada loh orang-orang yang membangun ekosistem tanpa berkoar-koar kayak situ. Kalau penasaran, silakan hubungi saya kalo mau berdiskusi lebih lanjut.