Story

Pendiri Sale Stock: Harus Cari Pembeda dari Bisnis yang Sudah Ada!

Di tengah persaingan e-commerce yang berbasis internet, rasanya berhasil membuat masyarakat seperti kita-kita ini, dibikin bingung enaknya belanja di situs mana yaaa… Kalo pun gak belanja karena lagi kere, ya paling enggak cuci mata deh browsing ini itu. Heu heu.

Dari deretan e-commerce besar yang hadir di Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, hingga Zalora, situs Salestock.com muncul ke permukaan. E-commerce satu ini buatan lokal yang digarap tiga sekawan asal Yogyakarta, yaitu Lingga, Stanislaus, dan Azizah. Nah lho, tambah pusing gak, pilihan belanja kita semakin banyak?

Kalo punya pikiran, “yaelah ini paling gak beda jauh dari layanan yang udah ada” coba ditahan dulu deh temen-temen. Co-founder Stanislaus Tandelilin beberapa waktu lalu membeberkan siasat yang mereka terapkan untuk Sale Stock supaya tetap stand out dari bisnis yang existing.

Jawabannya, tentukan pembeda yang ingin ditonjolkan! Khusus Sale Stock sendiri, e-commerce ini ternyata menggunakan artificial intelligence (AI), atau kecerdasan buatan yang bisa berinteraksi langsung dengan konsumen seperti kita. Yup, AI ini adalah sebuah program komputer yang bisa berpikir dan berinteraksi seperti manusia.

“Gak banyak yang tahu rahasia perusahaan Sale Stock. Kita punya konsep harga jujur yang menjual produk dengan harga sesuai dari awal pembuatan dan gak banyak buffer. Siasatnya, kita pakai bantuan AI yang bisa memetakan dan memprediksi barang-barang yang akan laku,” terang Stanislaus.

Baca juga: Kisah Komikus Pelit dan Ilmunya yang Tak Tersampaikan

Penasaran AI milik Sale Stock kayak gimana? Saat masuk ke situs Sale Stock, kalian bisa lihat sebuah chatbox merah kecil di bagian bawah window. Dari chatbox tersebut akan muncul pesan dari seorang petugas Customer Service bernama Soraya yang akan menawarkan bantuan. Kalau kita bertanya, Soraya akan menjawab sesuai dengan kebutuhan.

Mungkin banyak yang terkecoh, menganggap Soraya ini adalah karyawan Sale Stock yang memang tugasnya menjawab setiap pertanyaan pengunjung. Padahal… dia adalah AI!

Sebagai AI, Soraya gak perlu jam istirahat. Keuntungan dari program pintar ini adalah ia selalu siap membantu semua pengunjung situs Sale Stock selama 24 jam sehari.

“Dari awal menyediakan teknologi canggih ya bayangannya itu supaya orang-orang bisa langsung disuguhkan oleh rekomendasi baju-baju terbaik. Jadi, kalau masyarakat masuk situs dan login ke Sale Stock, tampilan awal harus pilihan baju yang sesuai selera dan keinginan mereka,” sambung lelaki lulusan UGM ini.

Impian Stanislaus dan kawan-kawan itu diwujudkan melalui metode teknologi lain, yaitu algoritma yang bisa mencatat setiap aktivitas dan pembelian setiap pengunjung. Dari data yang didapat, akan dibangun sebuah katalog personal untuk setiap individu pengguna Sale Stock. Algoritma ini yang menjadi ramuan rahasia lain dari Sale Stock agar semua baju yang direkomendasikan akan sesuai dengan selera si pengguna.

Menurut Stanislaus yang hobi bermain game DotA ini, semua orang bisa membuat situs dan bisa membuat bisnis baju online, tapi tidak semua orang bisa mengandalkan AI dalam e-commerce baju. Dia juga bilang, Sale Stock sendiri lebih mirip perusahaan teknologi yang kebetulan menjual baju.

Walaupun baru berdiri selama dua tahun, Sale Stock pede lho bisa bersaing di deretan raksasa e-commerce sekelas Zalora. Penggunaan AI sebagai teknologi canggih di startupnya menjadi pembeda Sale Stock dibanding layanan sejenis yang telah ada. Hal ini diakui sendiri lho oleh Stanislaus.

“Carilah pembeda dari kompetitor lain, supaya punya nilai plus di mata masyarakat terhadap startup yang kita bangun.” —Stanislaus Tandelilin