Opinion

Modal Aja Nggak Cukup, Startup Juga Butuh Company Values

Jadi startup founder itu nggak gampang seperti yang orang lain lihat. Faktanya, begitu banyak para startup founder yag sampai sekarang belum menemukan formula yang tepat untuk membuat bisnisnya berjalan dengan mulus. Jadi, lo nggak perlu ikut-ikutan nyinyir dengan bilang:

“Ah, mereka kan udah sukses. Pantes aja kalau dia bisa jadi motivator dan nyemangatin kayak gini.”

C’mon man, hidup itu ‘wang sinawang’. Apa yang lo lihat sempurna, pasti menyimpan ketidaksempurnaan di belakangnya.  Sayangnya, nggak semuanya bisa melihat ketidaksempurnaan menjadi peluang untuk bisa terus memperbaiki sistem yang kurang dalam startup mereka. Itulah sebabnya, lo semua harus memiliki company values yang harus lo terapkan di bidang startup yang lo tekuni. Lo harus bisa menjawab beberapa pertanyaan krusial, seperti:

  • Tujuan lo bikin startup itu apa?
  • Apa values yang harus lo punya di dalam startup lo?

Mungkin terdengar biasa saja, tapi asal lo tahu aja kalau lo bisa jawab pertanyaan sesederhana ini, lo akan menemukan makna yang membuat diri lo tertantang untuk terus mengembangkan startup yang lo punya. Di luar sana, banyak sekali startup founder yang mau membagikan company values yang mereka punya, kok!  Jadi, lo yang harus ngejar mereka sampai lo mendapatkan apa yang sedang lo cari. Nggak mau kan kehilangan kesempatan begitu saja karena ‘malas berguru’.

Berikut ini adalah beberapa poin penting company values yang telah diterapkan oleh Go-Jek yang pernah Alamanda Shantika sampaikan saat Startup Weekend:

Baca juga: Pengen Startup Lebih Buildable? Mulailah Dengan Alpha Version!

Fast and Fearless

Bahasa gampangnya sih, elo dilarang keras untuk takut sama orang lain selama elo bener. Setiap kali ada masalah, pasti ada aja kan yang makin memperkeruh suasana? Nah, pas posisi ini nih fast and fearless wajib banget kamu miliki. Karena pada dasarnya, kalau lo pengen jadi seorang leader, yang harus lo kuasai itu ya diri lo sendiri, baru coba kuasai diri orang lain.

Pada dasarnya setiap individu harus punya sifat tenang, berpikir logis dan bisa memberikan solusi atas segala problem yang ada. Leader itu nggak cukup cuma punya skill dan knowledge, karena attitude dan emotional lebih penting. Jadi, kalau suatu saat ada masalah dalam bisnis yang sedang lo jalani, coba deh selalu beragumen based on data dalam konteks apapun itu. Karena ketika ada yang berusaha memperkeruh suasana, lo bisa lawan hal itu dengan data yang lo punya. Masalah? Pasti kelar seketika!

Baca juga: Konsep Business Model Canvas a la Startup Founder

Love your Customer

Memahami customer’s needs. Apakah yang kita ciptakan itu bermanfaat untuk oranglain (target market kita) atau justru sebaliknya. Testing your product first before you gave it to your customer. Ini dia yang harus lo jawab saat lo  memulai sebuah startup. Apa sih visi lo? Terus, lo punya misi seperti apa untuk mewujudkan visi yang lo punya?

Kalo lo emang mau startup lo bertahan lama dan terus progress, ya elo harus banget love your customer. Mau senyebelin apapun customer elo, mereka itu pelanggan setia yang selalu pakai produk lo. Masa lo cuma mau banyak pelanggan tapi nggak mau melayani mereka dengan sepenuh hati? You have to remember something that:

“ Just make sure that you’re apllication will help anyone who doesn’t ever know how to use yours.”

Inspire Others

Lo semua harus paham kalau persaingan itu nggak cuma faktor eksternal saja, lho! Jangan dikira di internal kalian bisa bebas dari kata ‘bersaing’. Bahkan, kalau mau dibeberkan, pasti ada saja rekan, kawan, anak buah yang selalu ingin terlihat baik di mata bos dengan membuat rekan mereka seolah-olah memiliki habit yang buruk, sehingga harus ditegur bahkan dipecat.

Baca juga: Startup yang Bukan Sekedar Instrumen Finansial

Nah, sebagai seseorang yang ingin menjadikan startup yang baik, tugas kita dalam tim adalah tidak hanya membuat satu orang menjadi baik, tapi membuat setiap pribadi dalam tim bisa menjadi lebih baik. Sebagai seoran startup founder, lo harus bisa merangkul seluruh tim lo. Tim yang solid akan menghasilkan karya yang incredible pula.

Kalau ada yang membuat kesalahan dalam tim, lo nggak boleh menghakimi. Justru, lo harus terbuka. Coba dengarkan sebab yang membuat mereka melakukan kesalahan, lalu ajak mereka untuk membenahi kesalahan mereka. Kalau heart to heart, saran lebih mudah masuk. Lebih enak, to?

Get it DONE & Think Out of the Box

Berkarya itu bukan tentang siapa yang cepat. Tapi, tentang siapa yang bisa menghasilkan karya yang tepat: karya yang bisa dinikmati oleh semua orang. Jadi, kalau ada beberapa project yang sedang masuk list untuk diselesaikan, lo harus bisa menentukan mana yang lebih prioritas untuk dikerjakan terlebih dahulu. Thats called time management.

Think simple for the big problem itu juga penting. Lo tahu kenapa alasannya? Simple,  nggak melulu masalah yang ribet harus diatasi dengan solusi yang ribet juga. Jadi, lo perlu brainstorming, pikir ke luar jalur, dan temukan solusi yang tepat: solusi yang lain dari yang lain.

So, what are you waiting for? Sudahkan company values-mu membawa perubahan yang positif pada startup-mu?

Baca juga: Startup Gagal Bukan Tanpa Sebab