Featured

Menyambut Masa Depan dengan Knowledge-based Economy (3)

Revolusi digital membawa ke kita ke eranya knowledge economy. Inilah ekonomi berbasis ilmu pengetahuan di mana pendorong pertumbuhan bukan lagi pabrik-pabrik besar dengan ribuan tenaga kerja, melainkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Baca penutup artikel trilogi knowledge economy!

Apa cuma negara-negara “beruntung” seperti AS, India, atau Korsel yang bisa menuju knowledge economy? Pastinya sih gak. Adanya globalisasi membuat tren di satu belahan dunia cepat menyebar ke belahan dunia lain. Jadi sebenarnya, seluruh dunia saat ini sudah setidaknya mencoba menuju ke knowledge economy, termasuk Indonesia!

Baca juga: Menyambut Masa Depan dengan Knowledge-based Economy (1)

Kolaborasi adalah harga mati (Foto: digitalleaders.co.uk)

Tren co-working space dan kantor terbuka tanpa sekat-sekat kubikel juga mulai banyak diterapkan di seluruh dunia untuk mendorong budaya kolaborasi. Di beberapa kota besar di negara kita, juga sudah banyak venture capital dan inkubator bisnis yang berusaha mendorong inovasi dan entrepreneurship. Pemerintah Indonesia, walaupun terbilang terlambat, juga mulai sadar akan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP).

Lalu, apa dong yang anak muda kayak kita bisa lakukan buat mendukung Indonesia menuju knowledge economy?

Sebenarnya banyak banget kontribusi yang bisa kita mulai. Pertama, kita bisa mulai dari diri sendiri, yaitu mengembangkan skill yang bisa bikin diri kita punya keunggulan kompetitif. Untuk sukses di knowledge economy, negara butuh orang-orang yang gak cuma bisa nurut perintah atasan, tapi juga orang-orang yang bisa mikir dan punya inisiatif.

Baca juga: Menyambut Masa Depan dengan Knowledge-based Economy (2)

Kedua, mindset kita harus diubah, dari yang awalnya cuma mikir gimana cari duit yang banyak untuk bisa afford gaya hidup kelas atas, jadi mikir gimana bikin hal-hal yang impactful untuk banyak orang. Sekarang, udah mulai banyak anak muda yang mencoba bikin tech start-up atau social business. Usaha ini juga mulai didukung oleh banyak institusi yang mendukung dari segi investasi dan mentoring. Jadi, mestinya kita gak perlu takut untuk create something. You’re not alone.

Ketiga, udah gak zamannya lagi gak mengembangkan diri dengan alasan keterbatasan sumber daya atau informasi. Halooo, sekarang kita punya Internet. Semuanya serba ada. Mau belajar apa aja bisa. Bahkan sekarang kita bisa nonton kuliah online gratis dari universitas-universitas ternama Amerika Serikat di situs-situs seperti Coursera dan Udacity.

Baca juga: Kenapa Anak Muda Harus Jadi “King”, Bukan “Jack of All Trades”

Ekonomi kita diprediksikan akan menjadi ke-7 terbesar di dunia pada tahun 2030, tapi untuk mencapai itu, menurut Asian Development Bank (ADB), kita harus mentransformasi model pertumbuhan kita untuk menjadi lebih fokus ke teknologi, skill, dan jasa, termasuk industri kreatif sebagai salah satu strategi kuncinya.

Kalau enam belas tahun lagi lo mau melihat negara kita disejajarkan dengan negara-negara besar lainnya, ayo sama-sama kita berkontribusi menuju knowledge economy!

Header image credit: futurehumanevolution.com