Featured, Insight

Fintech Will Disrupt Traditional Bank. Be Careful!

Perkenalan singkat tentang fintech kemarin, udah jelas belum teman-teman? Pastinya udah pada ngerti lah ya secara garis besar? Bahwa fenomena fintech udah jadi bagian dari gaya hidup kita sehari-hari. Bayar listrik, ngisi pulsa, sampe menabung semakin mudah karena kehadiran layanan fintech.

Hmm… tapi kalian pernah kepikiran gak sih, dengan adanya layanan yang sederhana namun krusial, lalu nasib perbankan konvensional sebagai badan yang (dikenal) ngurus segala hal berbau keuangan gimana ya? Bakal semakin berkembang atau justru terancam? Terus siapa nantinya yang bakal jadi bankir di masa depan? Gimana nasib para pekerja bank nantinya?

Terus, terus, gimana nasib anak-anak kita nanti? Mereka bakal buka akun bank melalui apa ya? Atau jangan-jangan di masa depan nanti mereka udah gak butuh yang namanya akun bank? 

Masih penasaran kan gimana kelanjutannya? Nih berikut ada beberapa fakta tentang fintech yang kayaknya sih berhasil bikin kalian ternganga…

Dalam 10 tahun ke depan, 30 persen pekerjaan yang berhubungan dengan perbankan akan hilang.

Wow! Kok bisa?

Ya ini balik lagi ke fenomena yang sudah terjadi. Setiap hari kita selalu menggunakan fintech, mulai dari bayar abang ojek online pakai dompet digital, bayar tarif transportasi umum seperti TransJakarta pakai uang elektronik eMoney, sampai main Facebook Messenger cuma buat transfer duit ke temen.

Konsep fintech di Asia memang tergolong baru. Biarpun baru, fintech punya kelebihan dan dampak yang luar biasa dahsyat di bidang finansial. Kelebihan fintech dibanding proses perbankan tradisional adalah, kamu gak perlu lagi bolak-balik ke bank karena semua transaksi sekarang udah bisa dilakukan lewat smartphone. Tinggal tap, tap, tap, beres!

Tapi justru akibat kemudahan yang ditawarkan oleh fintech ini, Citibank memprediksi bahwa 10 tahun ke depan, sekitar 30 persen pekerjaan yang berhubungan dengan perbankan akan hilang.

Baca juga: Kenalan Sama Fintech Yoook!

Kenapa? Karena hampir semua layanan jasa yang ditawarkan oleh bank konvensional udah bisa digantikan oleh teknologi. Bukan gak mungkin, layanan teller bank di masa depan udah gak bakal kita temuin lagi.

Akan ada banyak jenis-jenis pekerjaan baru yang muncul, tapi jumlah lowongan pekerjaan yang baru nanti akan lebih kecil dan butuh skillset yang beda jauh dari pekerjaan perbankan sekarang ini.

Bisa jadi teknologi apik kayak artificial intelligent (AI) atau robot pintar menggantikan peran manusia yang sengaja diciptakan oleh startup fintech yang kehadirannya mengganggu keberadaan bank konvensional. Dan teknologi canggih ini bisa ‘lahir’ ke dunia berkat peran programmer, designer, dan engineer lho.

Ada sekitar 3.000 startup di bidang fintech saat ini!

Semakin hari popularitas fintech semakin naik daun. Gimana gak terkenal coba kalau fintech itu sendiri udah jadi bagian dari kehidupan kita.

Coba liat startup fintech yang lagi naik daun kaya Betterment yang berbasis di New York. Atau gak usah jauh-jauh deh. Di Indonesia aja udah banyak startup fintech seperti CekAja, NgaturDuit.com, Doku, Moka, dan Investree. Bahkan perusahaan segede Facebook juga ikutan berkecimpung di dunia fintech lewat aplikasi Messenger-nya. Bayangin, Facebook aja tergerak untuk bikin layanan yang bisa mempermudah hidup generasi milenial.

Jadi gak heran kalau startup yang bergerak di bidang fintech sekarang udah mencapai 3.000 an di skala global. Wow!

Hampir 71 persen generasi milenial lebih milih buat pergi ke dokter gigi daripada ke bank!

Dokter gigi itu identik nyeremin dan lama banget ngantrenya. Lucunya, menurut pakar fintech dari PwC, Henri Arslanian saat dia mengisi acara TEDx talks, dia bilang bahwa generasi milenial seakan lebih milih pergi ke dokter gigi dibanding disuruh ke bank! Ha ha ha. Bisa dibilang bener sih… bank tradisional lebih boring dan berasa bikin umur nambah 100 tahun rasanya kalau dateng ke tempat ini.

Hal ini menjadi dasar bahwa masih ada dua miliar orang di dunia ini yang gak punya rekening bank. Alasannya macem-macem, mulai dari males ngurusin rekening karena mesti ngantri lama, sampai ada yang gak percaya sama bank. See?

Anak-anak zaman sekarang lebih suka buka HP dibanding ngurusin rekening di bank. Gak heran, fintech jadi solusi yang pas karena kemudahan dan solusi yang ditawarkan membuat kita semua gak perlu melangkah masuk ke gedung bank.

Bahkan di dalam TEDx Talks itu, Arslansian memprediksi akan ada banyak bank tradisional yang merasa terancam. Karena di masa depan, segala kemudahan layanan di bank akan disediakan oleh fintech, terlebih bagi bank yang enggan mengikuti perkembangan teknologi. Ya, mereka yang bakal merasa terancam adalah mereka yang menutup mata terhadap perubahan zaman,

Ada quote super ngena dari Arslanian ini nih. Dia bilang:

“The bankers of the future, and those who will shape the future of this industry, are not gonna be your traditional bankers. But rather designers, programmers, and creative thinkers.”

Jadi buat lo yang masih aja mikir dengan kerja di bank hidup lo bakal aman, segera rombak pola pikir lo sekarang!